CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat terus menuai respons positif dari masyarakat Kota Jambi. Pada Rabu (4/2/2026) ini, implementasi program di SMPN 10 Kota Jambi mendapat apresiasi sekaligus masukan konstruktif dari guru dan warga setempat, menekankan pentingnya peningkatan kualitas menu dan kebersihan untuk memaksimalkan manfaat bagi anak-anak sekolah.
SMPN 10 Kota Jambi yang memiliki sekitar 525 siswa dan siswi menjadi salah satu sekolah yang aktif menerima program MBG. Yuni, Guru Agama Islam di SMPN 10, menyampaikan pandangannya dengan penuh semangat saat ditemui di sekolah. “Kehadiran MBG memang sangat berarti bagi mereka (siswa dan siswi). Untuk menu, saya yakin sudah bisa dikatakan memenuhi gizi anak-anak,” ujar Yuni.

Yuni. Guru Agama Islam SMPN 10 Kota Jambi
Namun, ia memberikan saran praktis agar program ini semakin optimal. “Ini saran saya, kalau bisa dihindari lauknya yang berkuah, apalagi kuah santan, dan dihindari sayur kacang serta buncis. Hal ini sepengetahuan saya, disamping menghindari kuahnya tumpah, anak-anak kurang suka termasuk sayur kacang dan buncis. Pokoknya, saya berharap agar Program Makan Bergizi Gratis ini tetap berlanjut,” tambahnya.
Masukan Yuni menyoroti tantangan nyata di lapangan, di mana preferensi selera anak-anak dan risiko tumpah kuah sering menjadi hambatan dalam penyajian makanan. Program MBG sendiri dirancang untuk mendukung gizi generasi muda, dengan target pemenuhan kalori dan nutrisi harian melalui menu beragam seperti nasi, lauk pauk, sayur, dan buah. Di SMPN 10, program ini telah berjalan lancar, membantu siswa mendapatkan asupan bergizi di tengah kesibukan belajar mengajar.
Sementara itu, Soleh, warga Kota Baru Jambi yang turut mengamati pelaksanaan MBG di sekitar wilayahnya, menekankan aspek kebersihan sebagai kunci utama keberhasilan program. “Untuk kualitas MBG yang lebih baik, agar pelaksana MBG di lapangan menjaga kebersihan makanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegas Soleh. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap protokol higienis tidak hanya mencegah risiko kesehatan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Soleh , warga Kota Baru Jambi
Komentar dari Yuni dan Soleh mencerminkan dukungan luas terhadap MBG di Jambi, sekaligus dorongan untuk perbaikan berkelanjutan. Program ini, yang diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif nasional untuk mengatasi stunting dan meningkatkan prestasi belajar anak, telah menjangkau ribuan siswa di berbagai sekolah Jambi. Data dari Dinas Pendidikan Kota Jambi menunjukkan bahwa MBG berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka malnutrisi di kalangan pelajar usia sekolah dasar dan menengah.
Pemerintah daerah dan pelaksana program di tingkat lapangan diimbau segera menyerap masukan ini. Dengan menu yang lebih disukai anak-anak, bebas risiko tumpah, serta kebersihan yang ketat sesuai SOP, MBG berpotensi menjadi game changer bagi kesehatan dan pendidikan generasi muda Jambi. Keberlanjutan program harus diutamakan, karena setiap piring bergizi adalah investasi masa depan bangsa—tidak boleh ada kompromi pada kualitas dan kepuasan penerima manfaat. (Ag)















