CB24.ID- Pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten TAPANULI SELATAN terus menunjukkan progres. Sejumlah infrastruktur dasar yang sempat lumpuh kini mulai kembali berfungsi, seiring kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kebangkitan masyarakat pascabencana.
Salah satu yang terlibat aktif adalah PTPN IV PalmCo, yang sejak fase tanggap darurat hingga tahap akhir pemulihan terus memperlihatkan peran. Hal itu dipandang mempercepat normalisasi akses dan aktivitas ekonomi warga di sejumlah desa terdampak.
Memasuki fase pemulihan, tantangan bergeser pada perbaikan infrastruktur yang menjadi tulang punggung aktivitas warga. Jalan poros desa dan saluran drainase yang tertutup sedimen menjadi fokus utama.
Di fase ini PalmCo mengalokasikan dana lanjutan lebih dari Rp700 juta. Dana ini digunakan untuk operasional ekskavator secara intensif sepanjang Januari hingga Maret 2026, terutama di empat desa di Kecamatan Batang Toru, yakni Desa Garoga, Mabang Pasir, Benteng, dan Kampung Durian.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan perusahaan dirancang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Respons awal kami fokus pada penyelamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pemulihan infrastruktur menjadi kunci agar masyarakat benar-benar bisa kembali mandiri,” ujar Jatmiko.
Menurut dia, perbaikan jalan dan drainase merupakan fondasi penting bagi pemulihan jangka panjang, terutama untuk menghidupkan kembali akses ekonomi warga.
Di lapangan, dampak dari normalisasi infrastruktur mulai dirasakan masyarakat. Pengerahan alat berat membantu membersihkan saluran air serta memperbaiki jalan desa yang sebelumnya tertutup lumpur tebal.
Pemulihan yang berlangsung bertahap ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Normalisasi infrastruktur dan keberlanjutan pendampingan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara mandiri. (*)















