CB24.ID- Upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Jambi kembali digulirkan melalui Forum Perangkat Daerah Pengembangan SDM Aparatur Tahun 2026. Diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi di aula BPSDM pada 4-5 Februari 2026, forum ini menjadi ajang penting untuk menyatukan visi dan langkah antarperangkat daerah dalam menghadapi dinamika reformasi birokrasi.
Peserta forum mencapai 56 orang dengan komposisi yang representatif. Sebanyak 33 orang berasal dari kabupaten/kota se-Jambi, mencakup perwakilan BKPSDM, Bappeda, dan Inspektorat. Kemudian, tiga orang dari perangkat daerah Pemprov Jambi, serta 20 widyaiswara dan pejabat BPSDM Provinsi melengkapi kehadiran. Kegiatan ini dibuka secara khidmat dengan kehadiran perwakilan Gubernur Jambi Al Haris, yakni Asisten III Pemprov Jambi Jangcik Mohza, serta tamu undangan dari Kemendagri seperti Kepala Pusat Standarisasi Kompetensi dan Sertifikasi Aferi Syamsidar Fudail dan Widyaiswara Utama Togara Sibarani.
Kepala BKPSDM Provinsi Jambi, H. Mukti, SE, ME, membuka forum dengan menyampaikan visi kegiatan. “Forum ini dirancang untuk meningkatkan sinergitas dan koordinasi pengembangan SDM aparatur secara terintegrasi, termasuk pemahaman mendalam tentang tugas, fungsi, dan wewenang badan/dinas provinsi serta kabupaten/kota,” jelasnya. Mukti menambahkan bahwa salah satu fokus utama adalah mencegah tumpang tindih wewenang antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta menyamakan persepsi dalam mengatasi isu lapangan berdasarkan regulasi yang ada.
Representasi Gubernur Jambi melalui Asisten III Jangcik Mohza turut mengapresiasi inisiatif BPSDM. Ia menegaskan bahwa forum ini berperan krusial sebagai platform koordinasi dan sinkronisasi untuk menyusun kebijakan pengembangan kompetensi ASN yang berkelanjutan. “Pengembangan kompetensi aparatur bukan pilihan, tapi keharusan untuk merespons reformasi birokrasi, perubahan pelayanan publik, dan akselerasi pembangunan daerah,” ujar Jangcik Mohza, menyampaikan pesan Gubernur Al Haris.
Gubernur menekankan bahwa ASN yang profesional, berintegritas, dan melek teknologi menjadi pondasi utama tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, serta pro-rakyat. Pernyataan ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi nasional yang menuntut aparatur adaptif terhadap kemajuan era digital.
Forum dua hari ini diantisipasi menghasilkan output berupa rekomendasi program yang actionable, guna mendukung target pembangunan SDM aparatur Jambi di tahun 2026. Kegiatan semacam ini diharapkan terus digelar secara rutin untuk memastikan birokrasi Jambi tetap tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. (*)















