CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai sekolah Kota Jambi. Pada hari ini, Selasa (3/2/2026), berbagai pihak terkait menyuarakan pandangan mereka terkait implementasi program ini di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Meskipun ada catatan perbaikan terkait pengawasan, secara keseluruhan program ini dinilai aman, terkendali, dan sangat dinantikan siswa.
Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198/IV Kota Jambi, memberikan penilaian tinggi terhadap pelaksanaan MBG di sekolahnya. “Selama ini Program MBG di sekolah sini berjalan aman dan terkendali,” ujarnya dengan nada yakin saat ditemui wartawan di sela kesibukannya hari ini. Ia menambahkan bahwa menu yang disajikan selalu lengkap, mencakup lauk pauk, sayur mayur, serta buah-buahan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak didiknya.

Fhoto : Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198/IV Kota Jambi,
Yang membuat Hj. Rahmi semakin percaya diri dengan kualitas program ini adalah kehadiran ahli gizi di balik setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Khan tiap SPPG sudah ada ahli gizinya, jadi mereka lebih mengerti menu yang terbaik untuk siswa-siswi di sini,” jelasnya sambil tersenyum ramah. Pengamatan langsungnya menunjukkan bahwa komposisi makanan tidak hanya beragam, tapi juga seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Di SDN 198/IV, program ini telah menjadi bagian integral dari rutinitas harian siswa, membantu memastikan asupan nutrisi optimal di tengah kesibukan belajar mengajar.
Sementara itu, dari jenjang sekolah menengah, Rheny Fhara Shensa, S.Pd., seorang guru di SMPN 17 Kota Jambi, juga menyambut baik kehadiran MBG. “Alhamdulillah, di sekolah ini kehadiran MBG sangat ditunggu oleh murid-murid saya,” katanya dengan antusias. Pemberian makanan dilakukan pada waktu istirahat kedua, yang menurutnya tepat untuk mengisi energi siswa setelah pelajaran pagi.

Namun, Rheny tidak menutup mata terhadap aspek yang perlu ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya pengawasan menu yang lebih ketat. “Yang perlu diperhatikan yaitu pengawasan menu agar ditingkatkan. Hal ini jangan sampai kejadian keracunan siswa di Muaro Jambi jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya, merujuk pada insiden sebelumnya yang sempat menggegerkan masyarakat Jambi. Sebagai penutup pembicaraan, Rheny juga menyampaikan aspirasi siswa setempat. “Oh ya pak, siswa-siswi di sini banyak yang request burger,” ujarnya sambil tertawa ringan, menandakan preferensi anak muda terhadap variasi menu yang lebih modern.
Komentar-komentar ini mencerminkan gambaran umum MBG di Kota Jambi hari ini, di mana program nasional ini berhasil membangun kepercayaan stakeholder pendidikan. Keberhasilan di SDN 198/IV dan antusiasme di SMPN 17 menjadi bukti bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tapi juga menjadi momen kegembiraan bagi siswa. Meski demikian, pengalaman buruk di wilayah tetangga seperti Muaro Jambi menjadi pengingat akan urgensi standar keamanan pangan yang lebih tinggi.
Pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan setempat diharapkan segera menindaklanjuti saran-saran konstruktif ini. Dengan pengawasan yang optimal, MBG berpotensi menjadi program unggulan yang tidak hanya sehatkan anak bangsa, tapi juga tingkatkan prestasi belajar di Kota Jambi.
Program MBG harus terus dimonitor secara ketat untuk mencegah segala risiko, demi masa depan generasi muda yang sehat dan cerdas. (Ag)















