CB24.ID- Menghadapi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi–Sumbar memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah operasional perusahaan.
Melalui Unit Kebun Rimbo Dua (Rimdu), PTPN IV menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tebo menggelar simulasi terpadu penanggulangan karhutla, Jumat (28/8/2026). Simulasi mencakup patroli kawasan rawan, identifikasi dan pelaporan titik api, penanganan awal, pemadaman, hingga proses pendinginan guna mencegah api muncul kembali.
Kegiatan disaksikan Region Head PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar, Khayamuddin Panjaitan, bersama Operational Head Arief Subhan Siregar. Turut hadir Kepala Damkar Kabupaten Tebo Riswan Pasaribu, S.P., Manager Kebun Rimbo Satu (Rimsa) Suharsono, personel Damkar, karyawan, petugas keamanan, serta masyarakat sekitar.
Manager Kebun Rimbo Dua, Adrian Alamsyah, menegaskan simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata agar seluruh unsur memahami peran dan alur koordinasi saat darurat.
“Walaupun berupa simulasi, kegiatan ini kami rancang seolah-olah benar-benar terjadi karhutla. Karyawan, masyarakat sekitar kebun, dan personel Damkar harus mengetahui apa yang harus dilakukan serta memahami tugas masing-masing,” ujarnya.
Dalam skenario, petugas keamanan bersama masyarakat berpatroli di kawasan rawan, melakukan penanganan awal, dan melapor ke Posko Karhutla serta Damkar Tebo. Personel Damkar lalu memadamkan api secara terkoordinasi dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Adrian menekankan kecepatan informasi dan koordinasi menjadi kunci pencegahan. “Semakin dini titik api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang mencegah kebakaran meluas,” katanya.
Simulasi juga memastikan kesiapan sarana, termasuk jet pump bertekanan tinggi, tangki pemadam, selang, nozzle, genset, serta perlengkapan pelindung petugas. “Seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan. Namun kita semua berharap karhutla tidak terjadi, karena pencegahan tetap hal yang paling penting,” tegas Adrian.
Ia mengingatkan karyawan dan masyarakat menghindari aktivitas pemicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan saat lahan kering. (*)















