CB24.ID- Subholding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, berkomitmen menyiapkan tenaga kerja siap pakai dengan menjadikan seluruh lini bisnisnya—dari kantor pusat, kantor regional, hingga kebun dan pabrik—sebagai laboratorium kesiapan kerja.
Dalam dua tahun terakhir, perusahaan perkebunan negara ini telah menyerap 1.328 peserta magang dari berbagai jalur program. Para peserta tidak hanya ditempatkan pada fungsi administratif, tetapi juga dilibatkan langsung dalam aktivitas operasional perusahaan di Sumatera dan Kalimantan, mencakup Head Office, Regional Office, unit kebun, hingga pabrik pengolahan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, perusahaan menghadirkan pengalaman kerja yang mendekati kondisi industri sesungguhnya.
“Kami tidak memposisikan peserta magang sebagai tenaga kerja tambahan. Seluruh ekosistem perusahaan merupakan laboratorium hidup. Mereka dilibatkan dalam ritme kerja profesional, menghadapi studi kasus nyata, dan memperoleh evaluasi yang terukur,” ujarnya.
Pendekatan ini selaras dengan semangat Danantara dan BP BUMN untuk melahirkan generasi muda yang mampu bersaing sekaligus mempersempit kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia usaha.
Seleksi Ketat
Tingginya minat generasi muda terlihat dari ketatnya seleksi Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Agustus 2026. Sebanyak 2.231 pelamar memperebutkan 164 posisi di kantor pusat dan lima kantor regional. Di Regional I Medan dan Regional IV Jambi, tingkat persaingan mencapai satu kursi diperebutkan 16 pelamar.
Insentif peserta mengikuti skema masing-masing program: peserta Maganghub mendapat insentif dari anggaran pemerintah, sementara peserta Magenta BUMN memperoleh uang saku dari perusahaan.
Menutup Kesenjangan Kompetensi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemagangan berbasis kompetensi menjadi jembatan paling efektif untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja.
“Peserta tidak hanya mendapatkan hard skill, tetapi juga soft skill dan etos kerja yang nyata,” ujarnya.
Sejumlah alumni mengaku pengalaman magang menjadi bekal penting karier mereka. Nabila Shifa (Universitas Gunadarma), kini karyawan PTPN IV PalmCo, dan Hafizah Mulia Ningrum (Universitas Andalas), kini konsultan auditor, sama-sama merasakan manfaat pendampingan mentor dan pemahaman tata kelola perusahaan selama magang. (*)















