CB24.ID- PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencanangkan program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) di wilayah operasional Regional IV (Jambi–Sumbar) dan Riau, sebagai langkah preventif menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan pergeseran strategi perusahaan dari pola responsif menjadi pencegahan menyeluruh sejak fase prabencana.
“Kami semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Jatmiko.
Program DMPG diwujudkan melalui empat pilar utama:
-
Pembangunan infrastruktur air, termasuk embung strategis di Desa Sungai Tawar dan Desa Merbau, Tanjung Jabung Timur, Jambi, untuk menjaga kelembapan lahan gambut saat musim kemarau.
-
Penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di Riau melalui pelatihan dan penyaluran peralatan pemadam bekerja sama dengan BPBD.
-
Edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) untuk mengubah pola pikir warga dalam mengelola lahan tanpa api.
-
Budi daya komoditas alternatif ramah gambut, seperti penyaluran 1.500 bibit nanas siap tanam bagi warga Desa Merbau dan Sungai Tawar, karena nanas adaptif di lahan gambut dan bernilai ekonomi tinggi.
PalmCo juga mengombinasikan pencegahan dengan teknologi pemantauan digital sebagai sistem peringatan dini (early warning system) secara real-time, serta pengelolaan tata air agar kawasan gambut tetap lembap.
“Teknologi pemantauan ini menjadi system peringatan dini secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di lapangan,” jelas Jatmiko.
Melalui integrasi teknologi, kesiapsiagaan warga, dan pengembangan ekonomi lokal, PTPN IV PalmCo berkomitmen menciptakan desa yang mandiri, tangguh karhutla, dan berkelanjutan.















