CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terus menuai apresiasi dari masyarakat Kota Jambi. Pada Selasa (10/2/2026), berbagai pihak di tingkat kelurahan dan sekolah menyuarakan kepuasan mereka terhadap program ini, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita non-PAUD dan siswa sekolah dasar. Respons positif ini menunjukkan keberhasilan inisiatif nasional dalam mendukung gizi generasi muda di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi.
Di wilayah Pematang Sulur, Edy, Koordinator Posyandu setempat, menyampaikan bahwa selama ini tidak ada satupun keluhan dari penerima manfaat MBG. “Mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita non-PAUD, mereka semuanya berterima kasih atas adanya program ini. Kami pun siap mendengar apabila ada keluhan dari mereka. Intinya, MBG selalu ditunggu oleh warga kami,” ujar Edy dengan senang hati saat ditemui wartawan. Menurut Edy, antusiasme warga begitu tinggi karena paket makanan yang disediakan tidak hanya bergizi, tetapi juga disesuaikan dengan selera lokal, sehingga penerima manfaat lahap menyantapnya tanpa hambatan.

Edy, Koordinator Posyandu Wilayah Pematang Sulur
Sentimen serupa juga terdengar dari kalangan pendidikan. Marwiyah, S.Pd., Guru SDN 198/VI Kota Jambi yang menjabat sebagai wali kelas empat, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran program MBG di sekolahnya. “Alhamdulillah, anak-anak di sini sekarang tidak ada masalah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis, terutama di kelas empat yang kebetulan saya awasi langsung. Setiap mereka makan, saya pastikan menunya benar-benar disukai dan dihabiskan. Apalagi sekarang sudah ada sambalnya, pokoknya MBG selalu ditunggu di SDN 198 ini,” tutur Marwiyah penuh semangat.
Pengawasan langsung oleh guru seperti Marwiyah menjadi kunci keberhasilan di SDN 198. Ia menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada penyesuaian rasa, tetapi kini dengan tambahan sambal yang disukai anak-anak Jambi, tingkat kepuasan mencapai 100 persen. “Anak-anak berebut rebutan, bahkan yang biasanya pilih-pilih makanan kini habis semua porsinya. Ini bukti program MBG benar-benar tepat sasaran,” lanjutnya. Fasilitas makan siang gratis ini tidak hanya membantu orang tua yang bekerja, tapi juga meningkatkan konsentrasi belajar siswa selama jam sekolah.

Marwiyah , S.Pd , Guru SDN 198 / VI Kota Jambi
Keberhasilan MBG di Pematang Sulur dan SDN 198/VI juga mendapat dukungan dari warga sekitar. Beberapa ibu rumah tangga yang ditemui wartawan mengakui bahwa program ini meringankan beban pengeluaran bulanan mereka, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok. “Dulu susah beli susu dan lauk bergizi untuk balita, sekarang anak-anak kami sehat dan ceria berkat MBG,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Secara tegas, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah Kota Jambi. Respons positif tanpa keluhan dari berbagai lapisan masyarakat membuktikan bahwa MBG bukan sekadar janji kampanye, melainkan solusi nyata untuk masa depan bangsa. Pemerintah wajib mempertahankan kualitas, memperluas jangkauan, dan menjaga transparansi agar program ini terus menjadi harapan bagi ribuan keluarga. (Ag)















