CB24.ID-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Kesehatan mulai menunjukkan hasil gemilang di lapangan, khususnya di Kota Jambi. Pada Rabu (11/2/2026), berbagai pihak di tingkat sekolah dasar dan masyarakat setempat menyuarakan pujian atas keberhasilan program ini dalam memenuhi gizi anak-anak usia dini hingga sekolah dasar. Program MBG, yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat nasional mulai Januari 2026, dirancang untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kognitif anak melalui menu bergizi seimbang dengan anggaran Rp71 triliun per tahun.
komentar positif langsung dari lapangan semakin mengukuhkan keberhasilan ini. Romadona, Guru Agama Islam di SDN 198/IV Kota Jambi, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat berbagi pengalaman.

Romadona, Guru Agama Islam SDN 198 / IV Kota Jambi
“Syukur alhamdulillah di SDN 198 anak-anak tidak ada kendala yang berarti mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis. Menunya pun bervariasi, ada gulai ayam, telur, ayam dikasih sambal… pokoknya menunya penuh inovasi Pak. Sehingga pemenuhan gizi anak-anak terpenuhi,” tutur Romadona penuh semangat saat ditemui di sekolahnya, Rabu siang. Ia menambahkan bahwa inovasi menu seperti tambahan protein hewani dan sayur lokal membuat siswa lahap makan, bahkan yang sebelumnya pemilih makanan kini antusias menunggu jam MBG pukul 10.00 WIB.
Tak hanya dari kalangan pendidik, suara masyarakat juga ikut bergaung. Pipit, penjual sego pecel kenamaan di kawasan Telanaipura, Jambi, menjadi saksi mata manfaat MBG bagi keluarganya sendiri.

Pipit, penjual ” sego pecel ” di Telanaipura
“Iya Pak, dua keponakan saya alhamdulillah mendapat paket Program Makan Bergizi Gratis. Satu balita non PAUD (di bawah lima tahun) dan yang satu lagi kelas dua di SDN 66. Mereka keduanya aman-aman saja makan MBG, terutama yang balita ini selalu menanyakan apabila paket MBG-nya belum datang. Yang saya tahu menunya sudah pas untuk seusia dia, hal ini karena saya sering mencicipi menunya. Pokoknya mantap deh,” ujar Pipit sambil lincah melayani pembeli sego pecel di gerobaknya, Rabu petang. Pipit, yang rutin memantau menu MBG karena sering berbagi makanan dengan keponakannya, menekankan bahwa rasa enak dan porsi cukup membuat balita yang biasanya rewel jadi doyan makan bergizi.
Secara tegas, keberhasilan MBG di Kota Jambi pada Rabu, 11 Februari 2026, membuktikan bahwa komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memberantas gizi buruk bukan janji kosong. Program ini harus terus diperkuat dengan pengawasan ketat, inovasi menu lokal, dan keterlibatan masyarakat agar generasi Jambi tumbuh sehat, cerdas, dan kompetitif. Jangan biarkan momentum ini pudar—MBG adalah investasi masa depan bangsa yang tak boleh terganggu! (Ag)















