Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jambi pada Selasa, 27 Januari 2026, kembali mendapat sambutan positif dari para guru dan petugas sekolah. Di SMK Muhammadiyah Kota Jambi dan SDN 204/IV Kota Jambi, para penerima manfaat menilai kualitas menu semakin baik dan anak-anak kian bersemangat menyantapnya, meski masih ada harapan agar variasi lauk terus ditingkatkan.
Di SMK Muhammadiyah Kota Jambi, Del, guru bidang studi Listrik, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan menu MBG yang dirasakan para siswa. “Alhamdulillah, menu MBG-nya sudah banyak perubahan, terutama adanya sambal,” ujar Del dengan senang hati. Ia mencontohkan menu hari itu yang cukup lengkap dan menggugah selera: telur bulat sambal, tumis toge, sambal kacang tanah, dan buah jeruk.
Del, Guru bidang study Listrik, SMK Muhammadiyah Kota Jambi
Menurut Del, kombinasi lauk, sayur, dan buah tersebut membuat siswa lebih lahap makan. “Pokoknya anak-anak begitu semangat menyantap MBG,” tambahnya. Ia menilai, hadirnya sambal dan variasi lauk yang tidak monoton membuat makanan terasa lebih dekat dengan selera keseharian anak-anak, sehingga hampir tidak ada lagi makanan yang tersisa di piring.
Sementara itu di SDN 204/IV Kota Jambi, suara dukungan datang dari Syaripudin, petugas keamanan (security) yang juga dipercaya mengatur pembagian paket MBG ke kelas-kelas. “Untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah sini aman-aman saja,” ujarnya dengan senyum ramah. Setiap hari, ia membantu memastikan paket MBG tersalurkan merata ke lebih kurang lima ratus siswa dan siswi di sekolah tersebut.
Syaripudin, Security SDN 204 /IV Kota Jambi
Pada hari yang sama, menu yang diterima siswa SDN 204/IV berupa ayam goreng sebagai lauk utama. “Hari ini kebetulan lauknya ayam goreng, pak, dan anak-anak sangat menyukainya,” kata Syaripudin. Namun, ia juga menyampaikan catatan penting berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. “Tapi untuk lauk dari telur yang digoreng, anak-anak kurang suka, jadi saran saya menunya lebih bervariasi,” tambahnya.
Pengalaman di dua sekolah ini menguatkan gambaran bahwa MBG di Kota Jambi berjalan relatif baik dan diterima luas oleh siswa, guru, dan petugas sekolah. Menu yang terus diperbaiki, penambahan sambal, serta hadirnya buah segar membuat program ini bukan sekadar “bagi-bagi makanan”, tetapi upaya serius memenuhi gizi anak sekolah dengan cara yang menyenangkan.
Secara tegas, pemerintah Kota Jambi bersama penyelenggara MBG perlu menindaklanjuti masukan dari lapangan mengenai variasi lauk dan preferensi anak terhadap jenis makanan tertentu, seperti telur dan ayam, agar setiap paket tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga benar-benar habis disantap. Dengan mendengar suara guru dan petugas sekolah, program MBG akan semakin tepat sasaran sebagai instrumen penting membangun generasi Jambi yang sehat, bertenaga, dan fokus belajar di kelas. (Ag)















