CB24.ID- Pasca-libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyapa siswa-siswi SMK Negeri 9 Lurah Kota Jambi dengan antusiasme tinggi. Sekolah vokasi yang terletak di kawasan Lurah ini menjadi salah satu lokasi pertama di Kota Jambi yang melanjutkan penyaluran MBG secara lancar, meski menu hari ini sempat menjadi perbincangan karena absennya sambal favorit para siswa. Program pemerintah pusat ini, yang bertujuan meningkatkan gizi dan kehadiran siswa di sekolah, tampaknya berhasil membangkitkan semangat belajar pasca-liburan panjang.
Yudis, siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK IX Lurah, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat menikmati hidangan MBG di kantin sekolah pagi ini. “Setelah liburan Idul Fitri, kehadiran MBG tetap ditunggu di sekolah kami. Hari ini menunya ada telur bulat, acar timun dan wortel, goreng tahu, dan buah wortel. Tapi ada yang kurang, yaitu sambal, biar kami bertambah semangat menyantap MBG,” tutur Yudis dengan nada antusias sambil menyendok suapan

Yudis, Kelas XI, Teknik Kendaraan Ringan ( TKR ) SMK IX Lurah Kota Jambi
pertamanya. Bagi Yudis dan teman-temannya yang mayoritas berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah, MBG bukan hanya pengisi perut, tapi juga penyemangat untuk kembali fokus pada pelajaran praktik otomotif setelah libur Lebaran.
Tak kalah riang, Yusmely, S.Pd., guru Bahasa Indonesia di SMK IX Lurah, turut mengamati penyaluran MBG untuk sekitar 90 siswa yang hadir hari pertama masuk sekolah. “Alhamdulillah, di SMK IX Lurah yang berjumlah sekitar sembilan puluh siswa ini, setelah liburan Idul Fitri penyaluran MBG aman dan lancar. Anak-anak pun sangat menyambut dengan riang gembira.

Yusmely , S.Pd , Guru Bhs Indo SMK IX Kota Jambi
Hari ini pun menunya sangat menarik, lauknya ada telur dan goreng tahu, acar timun dan wortel, serta buah kelengkeng. Tapi kelihatannya ada yang kurang, yaitu sambal pak. Maklum, semua siswa di sini makanannya harus ada sambalnya,” ungkap Yusmely dengan senyum bersahaja, sambil mengawasi siswa-siswinya yang berebut tempat duduk di kantin.
SMK Negeri 9 Lurah, sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Kota Jambi, memiliki sekitar 500 siswa dari berbagai jurusan seperti TKR, Tata Boga, dan Teknik Komputer. Program MBG yang digulirkan Kementerian Pendidikan sejak awal 2026 ini menargetkan peningkatan indeks massa tubuh (IMT) siswa serta mengurangi angka putus sekolah akibat masalah gizi. Di Jambi, penyaluran MBG melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan vendor katering lokal yang memastikan bahan segar serta memenuhi standar halal. Hari ini, meski menu telur bulat goreng, tahu goreng renyah, acar segar, dan buah (wortel bagi Yudis, kelengkeng bagi Yusmely) mendapat pujian, absennya sambal pedas menjadi keluhan ringan yang mencerminkan selera khas anak muda Jambi yang doyan rasa pedas.
Kepala Sekolah SMK IX Lurah, yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa penyaluran MBG hari ini berjalan tanpa hambatan logistik. “Kami sudah koordinasi dengan tim MBG kabupaten. Besok, sambal akan ditambahkan sesuai masukan siswa,” katanya singkat. Sementara itu, orang tua siswa seperti Ibu Siti dari Kelurahan Paal Merah mengapresiasi program ini. “Anak saya yang kelas XII jadi lebih semangat sekolah. MBG ini seperti hadiah pasca-Lebaran,” ujarnya.
Program MBG di Jambi sendiri mencatat peningkatan kehadiran siswa hingga 15% dibanding semester sebelumnya, menurut data Dinas Pendidikan Kota Jambi per Maret 2026. Namun, tantangan seperti variasi selera regional—terutama sambal—masih menjadi sorotan untuk perbaikan ke depan. (Ag)















