CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terus menuai apresiasi dari berbagai pihak di lapangan, khususnya di Kota Jambi. Implementasi program ini, yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, menyusui, serta balita non-PAUD, dinilai berjalan mulus tanpa hambatan signifikan. Komentar positif dari wali kelas dan kader posyandu menegaskan bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tapi juga menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sumiyati S.Pd., wali kelas 3 SDN 198/IV Kota Jambi, menyampaikan pengalamannya secara langsung saat ditemui awak media di lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, anak didik saya di kelas 3 ini tidak ada masalah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis,” ujar Sumiyati dengan nada bangga. Ia menambahkan bahwa sebagai wali kelas, harapannya agar menunya lebih bervariasi lagi demi menjaga selera makan anak-anak.

Sumiyati S.Pd., wali kelas 3 SDN 198/IV Kota Jambi
“Itu bapak dengar sendiri kan, ada yang minta burger, ayam panggang, susu. Maklum lah pak, namanya anak-anak,” lanjut Sumiyati sambil tersenyum ramah. Meski demikian, ia menekankan poin utama program ini. “Yang penting pemenuhan gizi mereka terpenuhi dan tetap berselera menyantap MBG,” tuturnya. Pengamatan Sumiyati mencerminkan antusiasme siswa terhadap program ini, di mana variasi menu dianggap kunci untuk mencegah kebosanan dan memastikan asupan nutrisi optimal bagi generasi muda Jambi.
Tidak kalah positifnya, Trisni, kader Posyandu Cemara yang bertugas mengantar paket MBG, juga berbagi cerita suksesnya. “Selama ini tidak ada kendala yang berarti saya mengantar paket MBG, baik itu untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD,” katanya tegas. Trisni mengakui bahwa tugas pengantaran ini memerlukan kesabaran ekstra, terutama di tengah lalu lintas kota yang padat. “Yang penting sabar dan hati-hati di jalan,” imbuhnya.

Trisni, kader Posyandu Cemara
Lebih lanjut, Trisni mengungkap manfaat ekonomi yang dirasakannya secara pribadi setelah bergabung sebagai bagian dari Satuan Pelayanan Perencanaan dan Pengendalian (SPPG) Telanai 1. “Dengan bergabungnya saya di SPPG Telanai 1, bisa menutupi keperluan dapur di rumah dan gajiannya juga tepat waktu,” ungkapnya. Keterlibatannya dalam program ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat, tapi juga menjadi sumber penghasilan stabil bagi keluarganya, sejalan dengan tujuan MBG untuk memberdayakan masyarakat lokal.
Program MBG di Kota Jambi ini telah menjadi contoh nyata bagaimana intervensi pemerintah dapat menyentuh langsung kebutuhan dasar warga, mulai dari gizi anak sekolah hingga dukungan bagi ibu dan balita. Apresiasi dari pelaku lapangan seperti Sumiyati dan Trisni membuktikan efektivitas program tersebut, meski masih ada ruang perbaikan seperti diversifikasi menu. (Ag)














