CB24.ID- Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jambi kembali disambut hangat oleh kalangan pendidik, Jumat (20/1/2026). Di SMK IX Lurah Kota Jambi maupun SMP Insan Madani Kota Jambi, program MBG tidak sekadar dianggap sebagai bantuan makan, tetapi sebagai langkah nyata pemerintah yang membawa dampak besar bagi kesejahteraan siswa dan beban keluarga. Dari kepala sekolah hingga guru, semua sepakat bahwa MBG layak dilanjutkan dan diperkuat di masa depan.
Tedi Erlana, S.Pd., Kepala Sekolah SMK IX Lurah Kota Jambi, menyatakan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran program MBG di sekolahnya. “Saya selaku kepala sekolah sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran program Makan Bergizi Gratis di sekolah ini,” kata Tedi, Selasa (20/1/2026). Ia menilai, MBG sangat membantu karena sebagian besar orang tua siswa di sekolahnya berada pada kategori ekonomi pas-pasan.
Tedi Erlana, S.Pd., Kepala Sekolah SMK IX Lurah Kota Jambi
“Maklum sebagian besar orang tua anak-anak di sini berpenghasilan pas-pasan, otomatis MBG mengurangi uang saku dan mereka tidak lagi terlalu memikirkan jajan di sekolah,” jelas Tedi. Ia menambahkan bahwa keberadaan MBG juga mengurangi kejenuhan dan memperbaiki konsentrasi siswa di kelas, karena perut terisi dengan makanan bergizi secara rutin.
Secara praktis, program MBG juga mengurangi beban kerja sekolah dan siswa dalam menyiapkan bekal. “Dulunya memang saya sarankan agar anak-anak membawa bekal ke sekolah, tapi dengan adanya MBG, sudah tidak repot lagi,” ungkap Tedi sambil tersenyum ramah. Namun, sebagai pertimbangan perbaikan, ia menyarankan agar pihak penyedia MBG lebih memperhatikan pemberian sambal dan menambahkan susu kotak dalam paket makanan.
“Untuk menu, saya mungkin yang harus diperhatikan adalah pemberian sambal serta penambahan susu kotak lagi,” tutur Tedi. “Saya juga berharap agar program ini berkelanjutan, jangan hanya sementara saja, karena dampaknya sangat terasa bagi siswa,” harapnya.
Dukungan serupa datang dari SMP Insan Madani Kota Jambi, sebuah sekolah berbasis pesantren/asrama. Di sana, guru Anisa Resti dan Irma menegaskan bahwa murid mereka sangat antusias menyambut MBG. “Alhamdulillah, murid-murid saya di sini sangat antusias menyambut kehadiran MBG,” ujar Irma dan Anisa bersamaan dengan ramah.
Anisa Resti dan Irma, Guru SMP Insan Madani Kota Jambi
Karena siswa sebagian besar menginap di asrama, program MBG membuat proses makan sehari-hari di sekolah menjadi lebih praktis dan terjamin. “Maklum mereka semuanya nginap di asrama di sekolah, jadi tidak repot lagi menyiapkan makan di asrama, apalagi jika orang tua harus bolak‑balik membawa bekal,” ungkap mereka.
Di SMP Insan Madani, MBG diberikan sebagai makan pagi sebelum pelajaran dimulai. “Pemberian MBG pas sarapan pagi, jadi anak-anak langsung siap belajar dengan kondisi perut yang sudah terisi,” jelas Anisa dan Irma. Untuk menu yang disajikan, mereka menilai tidak ada masalah besar. “Anak-anak tidak ada masalah dan saya yakin menu MBG sudah layak untuk pemenuhan gizi mereka,” tambah kedua guru tersebut.
Dari kedua sekolah tersebut terlihat jelas bahwa program MBG telah menjadi pilar penting dalam mendukung hak anak atas pendidikan dan kesehatan. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, MBG hadir sebagai benteng agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa belajar dengan tenang, tanpa terbebani lapar dan biaya jajan sekolah.
Secara tegas, pemerintah daerah dan penyedia harus menjamin keberlanjutan MBG di Kota Jambi, memperbaiki logistik, dan menambahkan menu pendukung seperti susu, sehingga program ini benar-benar menjadi investasi strategis bagi generasi muda Jambi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. (Ag)














