CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terus menuai antusiasme di kalangan anak usia dini, khususnya di Taman Kanak-Kanak (TK) An Nur, Jambi. Para guru di sekolah ini mengamati langsung bagaimana siswa-siswi mereka lahap menyantap hidangan bergizi tersebut, dengan preferensi menu yang cenderung ke makanan berkuah dan buah-buahan segar. Pengawasan ketat dari pendidik memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi optimal, meski dibutuhkan kesabaran ekstra mengingat usia mereka yang masih polos dan penuh energi.
Nurhasanah, S.Pd., salah satu guru TK An Nur, berbagi pengalaman langsungnya dalam mengawasi proses makan siang siswa.
“Saya selaku guru di sini, mengawasi langsung setiap anak-anak menyantap MBG. Umumnya mereka suka yang berkuah, ayam kecap, nugget,” ujar Nurhasanah dengan senyum ramah yang khas, sambil mengenang momen-momen ceria di ruang makan sekolah. Pengamatannya ini bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bagian dari upaya memastikan program nasional ini benar-benar berdampak pada pertumbuhan anak-anak Jambi.
Tak berhenti di situ, Nurhasanah juga menyoroti preferensi buah-buahan yang menjadi pelengkap menu MBG. “Sedang untuk buah-buahan yang disukai anak-anak yaitu jeruk, kelengkeng, dan semangka,” tambahnya dengan lembut. Ia menekankan pentingnya pendampingan ekstra bagi balita yang masih belajar makan dengan mandiri. “Perlu kesabaran dalam mendampingi anak-anak seusia mereka pak ketika menyantap MBG, sehingga asupan gizinya terpenuhi,” lanjutnya, menggambarkan bagaimana guru-guru harus siap menghadapi tantangan seperti anak yang rewel atau lambat makan, demi memastikan porsi gizi harian terpenuhi sepenuhnya.
Pengamatan serupa disampaikan oleh Ariska Safitri, S.Pd., guru lainnya di TK An Nur.

“Siswanya sangat senang ada MBG karena menu masakannya disukai dan selalu bervariasi,” katanya, menambahkan nada positif atas keberagaman hidangan yang disajikan setiap hari. Variasi menu ini, menurut Ariska, menjadi kunci utama keberhasilan program di sekolah mereka. Anak-anak tidak hanya menikmati rasa, tapi juga belajar menghargai makanan sehat dalam suasana yang menyenangkan.
Kedua guru ini sepakat bahwa MBG bukan hanya soal makanan, tapi juga pendidikan karakter sejak dini. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan belajar-mengajar, momen makan siang menjadi kesempatan emas untuk mengajarkan disiplin, kebersihan, dan rasa syukur. TK An Nur, sebagai salah satu lembaga pendidikan negeri di Jambi, telah menjadi contoh sukses implementasi program ini sejak peluncurannya. Data dari Dinas Pendidikan setempat menunjukkan peningkatan penyerapan gizi anak TK sebesar 20 persen dalam enam bulan terakhir, berkat MBG yang konsisten. (Ag)















