CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan manfaat nyata bagi siswa sekolah dasar dan menengah di Kota Jambi. Setelah libur panjang usai ujian semester, program ini kembali disambut antusias oleh murid-murid, terutama dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Dua guru dari sekolah negeri di kota ini menyampaikan apresiasi sekaligus saran perbaikan atas pelaksanaan MBG hari ini.
Syanti Dewi, guru di SDN 91 / IV Kota Jambi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran program ini. “Syukur alhamdulillah, tidak ada yang berarti anak-anak di sini mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis. Menunya pun sudah berubah, termasuk buah jeruk yang dulunya kecil sekarang sudah besar,” ujar Syanti Dewi dengan ramah saat ditemui di sekolahnya, Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan menu ini tidak hanya meningkatkan selera makan anak-anak, tetapi juga mendukung pertumbuhan mereka secara optimal.
Syanti Dewi, guru di SDN 91 / IV Kota Jambi
Namun, Syanti Dewi juga menyampaikan saran konstruktif terkait logistik pengantaran. “Cuma saran saya khusus untuk pengantaran lebih tepat waktu, terutama hari Jumat, karena waktu habis jam belajar pendek dan cepat pulang,” tambahnya. Pengamatan ini menyoroti tantangan penjadwalan di hari akhir pekan sekolah, di mana siswa cenderung pulang lebih awal, sehingga paket MBG berisiko terlambat didistribusikan.
Solihin S.Pd., guru di SMPN 23 Kota Jambi
Sementara itu, dari jenjang SMP, Solihin S.Pd., guru di SMPN 23 Kota Jambi, menyatakan bahwa hari ini merupakan hari keempat siswanya menerima paket MBG pasca-libur. “Ini hari keempat anak-anak di sini menerima paket MBG setelah liburan panjang habis ujian semester. Kehadiran MBG di sekolah sini sangat berarti bagi murid-murid kami, karena sebagian besar orang tuanya ekonominya menengah ke bawah,” ungkap Solihin penuh wibawa.
Menurut Solihin, murid-muridnya tidak mempermasalahkan variasi menu dan justru selalu menantikan kedatangan paket tersebut. “Untuk menunya pun mereka seperti tidak mempermasalahkan dan kehadiran paket MBG selalu ditunggu mereka,” lanjutnya. Respons positif ini menegaskan bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi siswa dari latar belakang ekonomi sulit.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, dengan target mencakup jutaan siswa di seluruh Indonesia. Di Kota Jambi, pelaksanaannya melibatkan koordinasi antara Dinas Pendidikan, katering lokal, dan pemerintah daerah. Data sementara dari Dinas Pendidikan Kota Jambi menunjukkan bahwa sejak diluncurkan akhir tahun lalu, program ini telah menjangkau ribuan siswa di 150 lebih sekolah negeri dan swasta, dengan menu harian yang kaya protein, sayur, buah, dan karbohidrat seimbang.
Keberhasilan awal ini tidak lepas dari adaptasi menu yang lebih menarik, seperti peningkatan ukuran buah jeruk yang disebut Syanti Dewi. Namun, keluhan soal ketepatan waktu pengantaran menjadi catatan penting untuk evaluasi. Pihak Dinas Pendidikan Kota Jambi diharapkan segera merespons masukan guru-guru ini agar distribusi semakin lancar, terutama menjelang hari Jumat.
Secara tegas, keberlanjutan program MBG di Kota Jambi harus didukung dengan perbaikan logistik yang ketat agar manfaat gizi bagi anak-anak tak terganggu. Pemerintah daerah wajib memprioritaskan koordinasi tepat waktu, memastikan setiap paket sampai di tangan siswa sebelum jam belajar usai, sehingga program ini benar-benar menjadi investasi masa depan generasi muda Jambi yang sehat dan cerdas. (Ag)















