CB24.ID– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi penopang utama gizi siswa di Kota Jambi, dengan apresiasi baru dari kalangan pendidik pada hari Senin ini. Kepala Sekolah SMA Insan Madani dan guru SMK IX Lurah tak henti-hentinya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran program Badan Gizi Nasional (BGN), meski menyertakan masukan konstruktif soal kemasan buah dan kesegaran bahan baku. Testimoni ini menambah mozaik sukses MBG yang telah melibatkan puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jambi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk generasi emas Indonesia yang sehat dan kompetitif.
Di Kota Jambi, MBG telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas sekolah, dengan jaringan SPPG seperti Yayasan Nuansa Mitra Sejati, dan mitra swasta lainnya yang menyediakan ribuan porsi harian. Program ini menyasar siswa dari PAUD hingga SMA, termasuk sekolah asrama dan vokasi, dengan menu standar yang mencakup nasi, lauk pauk protein, sayur, dan buah—semuanya dirancang memenuhi 20-25% Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian. Hingga Februari 2026, sekitar 32 dari 46 SPPG di Jambi telah operasional penuh, melayani ribuan siswa di kecamatan seperti Paal Merah, Telanaipura, dan Alam Barajo, sambil mengadopsi kearifan lokal seperti tempe goreng dan tumis kol untuk cita rasa Sumatera.
Masyhudah, Kepala Sekolah SMA Insan Madani Kota Jambi, menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus atas kontribusi MBG terhadap operasional sekolahnya. “Saya selaku kepala sekolah sangat bersyukur dan berterima kasih adanya kehadiran program Makan Bergizi Gratis di sekolah ini. Hal ini bisa menekan biaya yang lain. Jumlah siswi di sini tiga puluh tujuh orang dan semuanya nginap di asrama,” jelas Masyhudah dengan nada diplomatis.
Masyhudah, Kepala Sekolah SMA Insan Madani Kota Jambi
Ia menilai menu secara keseluruhan tidak bermasalah, tapi mengusulkan perbaikan sederhana untuk optimalisasi. “Untuk menu saya kira tidak ada masalah, mungkin yang perlu diperhatikan kalau bisa buah-buahannya dibungkus plastik. Hal ini untuk menjaga kesegaran buah juga untuk menghindari kena tumpahan kuah,” tambahnya, menunjukkan perhatiannya pada detail higiene di lingkungan asrama yang padat.
Sementara itu, Heri, Guru bidang studi otomotif di SMK IX Lurah Kota Jambi, memberikan pandangan positif secara keseluruhan terhadap penerimaan menu MBG oleh siswanya. “Secara garis besar menu MBG yang dikonsumsi murid-murid saya di sini tidak ada masalah dan umumnya mereka menyukainya,” ujar Heri penuh semangat, mencerminkan antusiasme para siswa vokasi yang butuh energi tinggi untuk praktik otomotif.
Heri, Guru bidang studi otomotif di SMK IX Lurah Kota Jambi
Ia pun menyampaikan saran praktis untuk peningkatan kualitas. “Saya memberi saran agar kesegaran bahan baku perlu diperhatikan, durasi waktu memulai masak, dan juga kualitas memasak perlu diperhatikan juga,” tegasnya, menekankan pentingnya rantai pasok dingin dan timing produksi di SPPG agar nutrisi tetap utuh hingga ke tangan siswa.
Komentar dari Masyhudah dan Heri melengkapi pujian sebelumnya dari siswa seperti Marxel (SMAN 10) dan orangtua Yuli (SDN 198/IV) pada 30 Januari lalu, yang menyoroti kelezatan menu ayam goreng, tempe, dan buah salak. Di SMA Insan Madani, MBG khususnya membantu 37 siswi asrama yang bergantung pada program ini untuk menghemat biaya operasional sekolah, sementara di SMK IX Lurah, siswa vokasi mendapat dorongan energi untuk belajar praktik.
Gubernur Jambi Al-Haris dan Wali Kota Maulana terus mendorong percepatan SPPG hingga target 74 unit di Kota Jambi, dengan satgas khusus untuk pengawasan kualitas. BGN juga merespons masukan seperti kemasan buah plastik dan kesegaran bahan dengan sosialisasi standar higienis nasional. (Ag)















