CB24.ID- PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo membidik perluasan area kemitraan sawit rakyat hingga 64.176 hektare pada 2029. Target ini naik dari capaian lahan kemitraan yang tercatat 52.480 hektare per Mei 2026.
Langkah ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kebun petani swadaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Direktur SDM dan Umum PTPN IV PalmCo, Suhendri, menegaskan penguatan ekosistem hulu sangat mendasar, mengingat sekitar 6,9 juta hektare perkebunan sawit nasional kini dikelola masyarakat.
“Peningkatan produktivitas sawit nasional menjadi tugas utama di hulu. Jika produktivitas petani meningkat, target ketahanan pangan dan energi lebih mudah direalisasikan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Dalam paparan di Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru, Suhendri menyebut kenaikan produktivitas 1,3 ton CPO per hektare di lahan petani dapat menambah pasokan nasional sekitar 8,97 juta ton CPO. Volume ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk mendukung program biodiesel B50, tanpa mengorbankan alokasi ekspor.
Untuk merealisasikan target tersebut, PalmCo menetapkan lima pilar kemraan: penyediaan benih unggul dan percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pendampingan teknik agronomis, akses pembiayaan dan sarana produksi, jaminan penyerapan TBS melalui grading transparan, serta penguatan kelembagaan koperasi dan sistem ketertelusuran.
Capaian program ini terbukti di Kabupaten Rokan Hulu, di mana koperasi mitra membukukan produktivitas kebun di atas 20 ton per hektare sehingga mendongkrak sisa hasil usaha (SHU) petani.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan transformasi digital, mekanisasi, dan hilirisasi menjadi kunci pengembangan industri sawit terpadu. Di lini hilir, PalmCo mengejar pengembangan produk turunan mulai dari biodiesel, minyak goreng, shortening, cocoa butter substitutes (CBS), hingga compressed biomethane gas (CBG). (*)















