CB24.ID- Di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyelamat bagi ribuan siswa di Kota Jambi, khususnya mereka dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Program inisiatif pemerintah pusat ini, yang diluncurkan sejak awal 2025, terus menjadi sorotan karena perannya dalam mendukung gizi anak sekolah sekaligus meringankan beban orang tua di tengah inflasi harga pangan yang fluktuatif. Di SMK IX Lurah, salah satu sekolah vokasi terkemuka di wilayah Kota Jambi, kehadiran MBG justru menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa dan guru, meski menu yang disajikan relatif sederhana.
Ramadhani, S.S., guru Bahasa dan Sastra Bahasa Inggris di SMK IX Lurah Kota Jambi, menekankan betapa vitalnya program ini bagi siswa-siswanya.

Ramadhani , S.s , Guru Bahasa dan Sastra Bahasa Inggris SMK IX Lurah Kota Jambi.
“Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis di bulan suci Ramadhan ini meskipun bahan makanan kering (roti, kacang, kurma, telur, susu dan buah) tetapi kehadirannya tetap ditunggu oleh mereka, maklum orangtuanya sebagian besar ekonominya menengah ke bawah. Untuk menu saya kira sudah tidak ada masalah dan saran saya kalau bisa telur diganti telur puyuh biar anak-anak bertambah semangat untuk berbuka puasa,” ujar Ramadhani yang pandai berbahasa Inggris ini dengan penuh antusiasme saat ditemui usai kegiatan belajar mengajar.
Menurut Ramadhani, mayoritas orang tua siswa di SMK IX Lurah bekerja sebagai pedagang kecil, buruh tani, atau pegawai honorer dengan pendapatan bulanan di bawah Rp3 juta. Kondisi ekonomi ini membuat biaya makan siang atau berbuka puasa menjadi beban tambahan, terutama saat harga kurma dan buah naik 20-30% menjelang Lebaran. “MBG bukan hanya soal makanan, tapi juga motivasi anak-anak untuk tetap semangat belajar di bulan puasa,” tambahnya. Saran penggantian telur ayam dengan telur puyuh pun ia sampaikan sebagai ide sederhana untuk menambah daya tarik menu, mengingat telur puyuh lebih disukai anak muda karena rasa dan ukurannya yang unik.
Sementara itu, perspektif siswa juga menambah warna pada sambutan program ini. Putra Pratama, siswa kelas XII di SMK IX Lurah, memberikan komentar ringan tapi penuh makna.

Putra Pratama, kelas XII, SMK IX Lurah Kota Jambi.
“Untuk MBG di bulan puasa ini pak, boleh dikatakan tidak ada masalah sama sekali, mungkin ya… isinya aja yang kurang banyak,” tutur Putra sambil bergurau tapi serius. Pernyataannya mencerminkan kepuasan secara keseluruhan, meski ada harapan untuk porsi yang lebih besar mengingat aktivitas siswa vokasi yang tinggi, seperti praktik otomotif dan teknik listrik di sekolah tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat dengan menu yang lebih inovatif dan porsi memadai agar benar-benar menjadi penopang utama gizi generasi muda Jambi di bulan Ramadhan maupun sepanjang tahun. Pemerintah daerah dan pusat wajib segera menyerap masukan lapangan seperti ini demi keberlanjutan program yang inklusif dan berdampak nyata. (Ag)















