CB24.ID– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus menuai apresiasi dari masyarakat Kota Jambi. Pada Jumat (30/1/2026), suara dari penerima manfaat langsung seorang siswa SMA dan orangtua murid SD—menjadi bukti nyata keberhasilan program ini dalam mendukung gizi anak sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Di tengah tantangan implementasi MBG di berbagai daerah, testimoni positif ini memperkuat komitmen nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan generasi emas yang sehat dan cerdas.
Program MBG, yang menargetkan jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia, telah beroperasi di Jambi melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola mitra seperti Polda Jambi, yayasan swasta, dan pemerintah daerah. Di Kota Jambi saja, sudah ada puluhan SPPG yang aktif, termasuk yang dikelola Yayasan Nuansa Mitra Sejati dan lainnya, menyediakan ribuan porsi makanan harian untuk siswa dari PAUD hingga SMA.
Marxel, siswa kelas X di SMAN 10 Kota Jambi, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat berbagi pengalaman menyantap MBG hari itu. “Menu Makan Bergizi Gratis sudah enak-enak, pak, juga sesuai selera saya. Hari ini lauknya ayam goreng, tumis kol, dan tempe goreng serta buah salak. Ini buktinya, nasinya sudah saya habiskan,” tutur Marxel dengan senyum simpul lebar, sambil menunjukkan piring kosongnya.
Marxel, Kelas X SMAN 10 Kota Jambi
Bagi remaja berusia 16 tahun ini, MBG bukan sekadar makan siang gratis, melainkan penyemangat belajar di tengah jadwal sekolah yang padat. Ia mengaku, sebelum MBG diluncurkan, sering kali hanya membawa bekal seadanya atau bahkan melewatkan makan siang karena keterbatasan waktu dan biaya. Kini, dengan menu yang variatif dan lezat, Marxel merasa lebih bertenaga untuk mengikuti pelajaran sore hingga ekstrakurikuler.
Tak kalah antusias, Yuli, orangtua siswa kelas dua SDN 198/IV Kota Jambi, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini yang langsung menyentuh urat nadi kehidupan keluarga kecilnya. “Adanya MBG ini bagi saya sangat terbantu, maklum suami saya kebetulan kerja kuli bangunan, yang penghasilannya pas-pasan untuk makan. Anak saya sekarang ini kelas dua di SDN 198, dulunya saya setiap hari selalu menyiapkan bekal untuk dibawa ke sekolah, tapi sekarang tidak lagi,” ungkap Yuli dengan nada lega.
Yuli , orangtua penerima manfaat MBG
Ia sering kali sengaja mengamati anaknya saat jam istirahat sekolah, dan terkesan dengan kelengkapan menu. “Menu saya kira sudah cocok untuk anak seumuran dia. Hal ini terkadang ketika menyantap MBG saya selalu memperhatikan, pas dia sekolah, dan menunya lengkap: ada lauk-pauk, sayur-mayur, serta buah-buahan. Pokoknya terima kasih adanya MBG,” tambahnya dengan senang hati, mata berbinar penuh harap untuk masa depan sang buah hati.
Testimoni Marxel dan Yuli ini mencerminkan dampak riil MBG di lapangan, di mana Kota Jambi telah mencatat kemajuan signifikan. Hingga akhir Januari 2026, sekitar 32 SPPG dari total 46 unit yang direncanakan sudah beroperasi penuh, melayani ribuan siswa di berbagai kecamatan seperti Paal Merah, Telanaipura, dan Alam Barajo. (Ag)















