CB24.ID- PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo) memperkuat fondasi sumber daya manusia dengan menggembleng talenta muda melalui program penyiapan kepemimpinan Next Gen Leaders Camp 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan regenerasi kepemimpinan yang adaptif dan tangguh, guna menjaga kinerja perusahaan yang kini menempati peringkat kedua dunia dari sisi rasio laba terhadap aset (Return on Assets/ROA) serta indikator keberlanjutan (sustainability).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pencapaian strategis perseroan di tingkat global saat ini bukanlah alasan untuk berpuas diri, melainkan pijakan untuk menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Jatmiko saat memberikan pembekalan dalam acara Next Gen Leaders Camp 2026 di Wikasatrian, Bogor.
“Dari sisi laba terhadap aset, kita nomor dua di dunia. Ini posisi kita hari ini. Bicara kelestarian dan keberlanjutan, ranking kita juga nomor dua di dunia. Tapi kemudian kita berpikir, kalau sudah begitu mau apa lagi? Itu belum cukup, far from enough,” ujar Jatmiko di hadapan para peserta.
Menghadapi ekspektasi industri sawit nasional yang semakin berat—mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga tuntutan tata kelola lingkungan—Jatmiko menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang digerakkan oleh inovasi di seluruh lini operasional. Untuk membentuk mental kepemimpinan yang kuat, ia menganalogikan proses kaderisasi ini dengan pembentukan material berharga di alam.
“Untuk berubah, seringkali yang paling mudah adalah dengan tekanan. Tidak ada barang bagus yang lahir tanpa tekanan. Contohnya tembaga dan berlian, tekanannya lebih besar mana? Berlian yang ukurannya kecil bisa sangat mahal karena ia dibentuk oleh tekanan ribuan derajat dan bar,” paparnya.
Selain membentuk daya tahan, Jatmiko turut mendorong para talenta muda perseroan untuk berani mengambil keputusan bisnis melalui perhitungan risiko yang matang (calculated risk) serta berlandaskan integritas.
“Apakah inovasi itu berarti nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, risiko yang sudah diperhitungkan. Jadi kalau kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi harus dihitung, melompat jangan sampai jatuh, tidak boleh sembarangan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kinerja positif yang diraih PTPN IV PalmCo saat ini membawa tanggung jawab strategis yang lebih besar bagi perekonomian nasional. “Keberhasilan kita hari ini bukan berarti membuat kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Tidak. Justru kita kini dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dari sawit nasional,” pungkas Jatmiko.














