CB24.ID- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang baru digulirkan pemerintah terus menuai respons positif dari pelajar di Kota Jambi. Di tengah tantangan ekonomi masyarakat menengah ke bawah, inisiatif ini tidak hanya memastikan asupan gizi anak sekolah, tapi juga menjadi penopang bagi keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Dua sekolah negeri di kota ini, SMPN 23 dan SMAN 6, menjadi contoh bagaimana program nasional ini berjalan mulus di lapangan, meski tak luput dari saran perbaikan kecil untuk kualitas penyajian.
Solihin, S.Pd., seorang guru di SMPN 23 Kota Jambi, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat berbagi pengalaman. “Alhamdulillah, sejauh ini pembagian MBG di SMPN 23 berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” ujarnya dengan senyum ramah di wajahnya. Sekolah yang terletak di kawasan pinggiran kota ini melibatkan sekitar 60 siswa dari kelas VII hingga IX, mayoritas berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. “Untuk menunya, anak-anak di sini sangat menyukainya dan menyambut dengan antusias. Maklum, perekonomian orang tua mereka menengah ke bawah, dan adanya MBG sangat terbantu sekali,” tambah Solihin. Menurutnya, antusiasme siswa terlihat dari cara mereka berebut antre dengan rapi setiap jam istirahat, seolah MBG bukan sekadar makanan tambahan, melainkan momen kegembiraan di tengah rutinitas belajar.

Solihin , S.Pd. Guru SMPN 23 Kota Jambi
Fenomena serupa juga terjadi di SMAN 6 Kota Jambi, sekolah menengah atas yang dikenal dengan prestasi akademiknya. Dua siswi, Rere dari kelas XI dan Vanes dari kelas X, memberikan testimoni yang tak kalah positif. “Dari awal MBG hadir di sekolah kami, semuanya aman-aman saja,” kata Rere sambil tersenyum, mewakili suara ratusan siswa lain yang menikmati program ini sejak peluncurannya beberapa minggu lalu. Namun, keduanya tak segan menyampaikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan. “Mungkin yang perlu diperhatikan adalah penyajian makanan sebelum dimasukkan ke ompreng. Contohnya saja nasi, pernah suatu ketika baunya agak terasa lain. Kemungkinan waktu pengepakan nasi masih panas dimasukkan ke ompreng,” tutur Rere dengan nada saran yang santun.

Rere , kelas XI dan Vanes, klas X , SMAN 6 Kota Jambi
Vanes menambahkan poin serupa soal buah-buahan. “Oh ya Pak, kalau bisa buahnya lebih fresh lagi. Pernah kejadian buah kelengkengnya sudah agak kering,” sambungnya sambil tersenyum lebar. (Ag)













