CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan melalui program Siswa Pantas dapat Gizi (SPPG) terus menjadi penopang utama bagi siswa di Kota Jambi selama bulan puasa Ramadan. Pemberian makanan bergizi ini tidak hanya memastikan anak-anak tetap sehat dan fokus belajar, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan generasi muda di tengah tantangan ekonomi. Di SDN 198/IV Kota Jambi dan SMKN 1 Kota Jambi, program ini berjalan lancar dengan penyesuaian jadwal khusus puasa, meskipun ada kendala sementara pada stok susu.
Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198/IV Kota Jambi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan ini. “Selama puasa di bulan Ramadhan ini, pemberian MBG di sekolah sini waktunya tiga hari sekali berupa paket kering, seperti roti, telur, kurma, buah-buahan, apapun yang diberi oleh penyelenggara MBG saya syukuri pak. Toh di SPPG ada ahli gizinya, dan alhamdulillah anak-anak juga nerima dengan senang hati,” ujar Hj. Rahmi dengan ramah saat ditemui tim redaksi suarajambi.com di sekolahnya, Kamis (26/2/2026).

Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198/IV Kota Jambi
Menurut Hj. Rahmi, penyesuaian jadwal menjadi tiga hari sekali dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi paket kering yang tahan lama, sehingga tetap sesuai dengan kebutuhan nutrisi siswa saat berpuasa. Paket MBG yang diterima mencakup berbagai isian bergizi, mulai dari roti sebagai sumber karbohidrat, telur untuk protein hewani, kurma sebagai pemanis alami kaya serat, hingga buah-buahan segar untuk vitamin. “Kehadiran ahli gizi dari SPPG menjamin komposisi paket ini seimbang, sehingga orang tua dan guru tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sementara itu, dari kalangan siswa, penerimaan terhadap program MBG juga sangat positif. Aryansyah, siswa kelas X BD 1 di SMKN 1 Kota Jambi, berbagi pengalamannya. “Pemberian MBG di bulan puasa pak, aman-aman saja dan hari ini ada telur 2 butir, roti, dan buah pisang. Cuma yang kurang susu pak,” tutur Aryansyah dengan nada antusias saat ditemui usai menerima paket MBG di kantin sekolah.

Aryansyah , kelas X BD 1, SMKN 1 Kota Jambi
Komentar Aryansyah mencerminkan kegembiraan siswa SMKN 1 yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Pisang sebagai buah lokal yang murah meriah menjadi favorit karena mudah dibawa dan dikonsumsi saat berbuka atau sahur. Namun, kekurangan susu menjadi catatan kecil yang disuarakan, mengingat susu merupakan sumber kalsium penting untuk pertumbuhan remaja vokasi seperti di SMKN 1.
Ketika dikonfirmasi mengenai kelangkaan susu, Fadillah, salah satu koordinator penerima manfaat SPPG di Telanai 3, membenarkan adanya keterbatasan stok sementara. “Hal ini disebabkan karena stok terbatas dan susu banyak yang membutuhkan. Insya’ Allah minggu depan sudah ada pak,” tutur Fadillah dengan yakin. Penjelasan ini menunjukkan bahwa tim SPPG sedang berupaya keras untuk mengatasi kendala logistik, termasuk koordinasi dengan pemasok untuk memenuhi permintaan yang melonjak selama Ramadan. (Ag)














