CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan kemajuan signifikan di Kota Jambi. Pada hari ini, berbagai sekolah negeri di wilayah ini melaporkan peningkatan kualitas menu MBG, mulai dari ukuran porsi lauk yang lebih memadai hingga variasi buah yang lebih beragam dan segar. Inisiatif ini menjadi angin segar bagi ribuan siswa, sekaligus bukti komitmen lokal dalam mendukung gizi generasi muda di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi.
Program MBG, yang resmi diluncurkan tahun lalu sebagai bagian dari prioritas nasional untuk mengurangi stunting dan meningkatkan prestasi belajar, kini mulai beradaptasi dengan kebutuhan daerah Jambi. Di tingkat SD hingga SMK, distribusi paket makanan pagi hari ini berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. Pihak sekolah menyambut baik perubahan ini, yang mencakup penambahan sambal sebagai pelengkap rasa serta buah-buahan premium seperti anggur, jeruk besar, semangka, dan salak. Hal ini tidak hanya memenuhi standar gizi harian anak usia sekolah, tapi juga membuat anak-anak lebih antusias menikmati hidangan bergizi tanpa paksaan.
Salah satu suara apresiatif datang dari Syanti Dewi, staf perpustakaan SDN 91/IV Kota Jambi. Saat ditemui di sekolahnya yang memiliki sekitar 100 siswa putera dan puteri, Syanti berbagi pengalaman positif.

Syanti Dewi, Staf Perpustakaan SDN 91 / IV Kota Jambi
“Sudah banyak kemajuan mengenai menu MBG-nya, Pak. Mulai ukuran potongan lauk ayamnya sudah lumayan besar, juga buah-buahannya banyak variasinya, mulai buah anggur, jeruk yang ukurannya tidak terlalu kecil. Oh ya, siswa di sini sekitar seratus siswa putera dan puteri, dan setiap pengantaran paket MBG, pihak guru diberi satu buah porsi untuk dicicipi dulu sebelum dibagikan ke siswa. Hal ini saya kira penting untuk menentukan rasa dan kelayakan sebelum dimakan anak-anak di sini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ternyata rasanya enak dan bisa untuk pemenuhan gizi,” ujar Syanti sambil tersenyum lebar, menunjukkan kebanggaannya atas proses pengawasan internal yang ketat.
Prosedur pencicipan oleh guru sebelum distribusi, seperti yang diterapkan di SDN 91/IV, menjadi praktik terbaik yang patut dicontoh. Langkah preventif ini memastikan makanan layak konsumsi, higienis, dan sesuai rasa lokal Jambi, sehingga menghindari keluhan seperti porsi kecil atau buah layu yang pernah muncul di awal program. Di sekolah ini, MBG tidak hanya jadi sumber gizi tambahan, tapi juga mendorong disiplin makan pagi sebelum belajar.
Tak kalah semangatnya, komentar positif juga mengalir dari kalangan siswa SMA. Aqil, siswa SMK IX Lurah Kota Jambi, berbagi antusiasmenya saat istirahat.
Aqil, siswa SMK IX Lurah Kota Jambi

“Untuk menu MBG alhamdulillah tidak ada masalah, apalagi sekarang sudah ada sambal jadi bertambah semangat makan, termasuk buah-buahannya juga segar mulai dari anggur, semangka juga salak. Pokoknya MBG kehadirannya selalu ditunggu di sekolah sini,” tutur Aqil penuh semangat, sambil menunjukkan kemasan buah segarnya. Bagi Aqil dan teman-temannya, penambahan sambal – elemen khas masakan Melayu Jambi – membuat menu terasa lebih familiar dan menggugah selera, sehingga tingkat konsumsi mencapai hampir 100 persen setiap hari.
Pada akhirnya, keberhasilan MBG di Kota Jambi hari ini bukan sekadar soal porsi lauk lebih besar atau buah yang segar, melainkan fondasi kuat untuk masa depan bangsa. Dengan dukungan guru, siswa, dan penyedia yang sinergis, program ini tak hanya memerangi malnutrisi tapi juga membangun generasi Jambi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing. Pemerintah daerah dihimbau teruskan momentum ini, karena setiap senyum anak saat menyantap MBG adalah investasi terbesar bagi kemajuan Kota Jambi yang berkelanjutan. (Ag)















