CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus menunjukkan perkembangan positif di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadhan 1447 H. Di Kota Jambi, Provinsi Jambi, inisiatif ini tidak hanya menjadi penunjang gizi siswa selama menjalani ibadah puasa, tetapi juga semakin fleksibel dalam penyalurannya. Dua tokoh pendidikan setempat, Hj. Rahmi, S.Pd., dan Yusmely, S.Pd., memberikan testimoni yang membangun optimisme terhadap keberlanjutan program ini pasca-libur Lebaran.
Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198/IV Kota Jambi, menyampaikan apresiasi atas penyesuaian jadwal pemberian MBG di sekolahnya.

“Selama puasa di bulan Ramadhan ini, pemberian MBG di sekolah sini awalnya tiga hari sekali dan sekarang tiap hari,” ungkapnya dengan nada bangga. Isi paket MBG yang disajikan, menurutnya, terdiri dari makanan kering seperti roti, telur, kurma, serta buah-buahan segar yang praktis untuk berbuka. Penjelasan ini disampaikan Hj. Rahmi di sela-sela kegiatan sekolah, diiringi senyum ramah yang mencerminkan harapannya akan perbaikan lebih lanjut.
Lebih lanjut, sang kepala sekolah menyuarakan aspirasi konstruktif untuk masa depan program. “Saya berharap, baik sekarang di saat bulan puasa ataupun setelah liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, penyajiannya lebih ditingkatkan lagi, baik variasi menu ataupun yang lainnya sehingga anak didik saya lebih semangat menyantap MBG,” ujar Hj. Rahmi dengan penuh harap. Permohonan ini menyoroti pentingnya inovasi dalam menu, seperti penambahan variasi lauk-pauk bergizi atau penyajian yang lebih menarik secara visual, agar anak-anak usia dini di SDN 198/IV semakin antusias. Sekolah dasar ini, yang terletak di kawasan padat penduduk Kota Jambi, melibatkan ratusan siswa dari berbagai latar belakang, sehingga MBG menjadi penopang utama pemenuhan nutrisi harian mereka selama jam belajar.
Sementara itu, dari jenjang menengah kejuruan, Yusmely, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia di SMK IX Kota Jambi, melaporkan kelancaran penyaluran MBG di sekolahnya yang berjumlah sekitar sembilan puluh siswa.
Yusmely, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia di SMK IX Kota Jambi
“Dalam puasa bulan suci Ramadhan di SMK IX Lurah, penyaluran MBG aman dan lancar, anak-anak pun sangat menyambut,” tuturnya dengan santai bersahaja. Yusmely menekankan manfaat ganda program ini: tidak hanya untuk berbuka puasa di rumah, tetapi juga pemenuhan gizi seharian bagi siswa yang menjalani ibadah puasa. “Disamping untuk berbuka puasa di rumah, juga pemenuhan gizi yang seharian menjalankan ibadah puasa,” tambahnya, menggambarkan bagaimana MBG membantu siswa vokasi yang sering kali memiliki jadwal padat dengan praktik kejuruan.
Konteks program MBG di Jambi ini sejalan dengan arahan nasional Presiden yang menargetkan 82,9 juta siswa PAUD hingga SMA/sederajat pada 2025, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 71 triliun. Di tingkat lokal, Dinas Pendidikan Kota Jambi telah memastikan distribusi melalui vendor terakreditasi, meski tantangan seperti keterbatasan variasi menu di daerah sering menjadi sorotan. Testimoni dari SDN 198/IV dan SMK IX Lurah ini menjadi bukti bahwa adaptasi lokal, seperti peningkatan frekuensi dari tiga hari sekali menjadi harian, berhasil meningkatkan penerimaan siswa. Data dari Kemendikbudristek per Maret 2026 menunjukkan cakupan MBG di Jambi mencapai 95 persen, dengan fokus pada makanan tinggi protein dan serat untuk mendukung konsentrasi belajar selama puasa.
Peningkatan kualitas MBG pasca-Lebaran menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Harapan Hj. Rahmi atas variasi menu yang lebih beragam—misalnya penambahan sayur lokal seperti daun singkong atau ikan sungai khas Jambi—dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan. Sementara respons positif siswa SMK IX mengonfirmasi bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tapi juga memperkuat semangat kebersamaan di bulan Ramadhan. (Ag)















