CB24.ID– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi penopang penting bagi siswa di Kota Jambi, terutama bagi keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Pada Jumat (23/1/2026), di SMA IX Lurah Kota Jambi, program ini mendapat sambutan hangat dari kepala sekolah dan orang tua siswa. Meski menu sudah disukai hampir seluruh siswa, tantangan pengantaran tepat waktu dan diferensiasi menu berdasarkan usia menjadi sorotan utama untuk perbaikan ke depan.
Yulianita, S.Pd., Kepala Sekolah SMA IX Lurah Kota Jambi—orang yang akrab disapa Yuli—menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehadiran MBG di sekolahnya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih adanya kehadiran program Makan Bergizi Gratis di sekolah ini. Maklum, sebagian besar orang tua anak-anak di sini berpenghasilan pas-pasan, yang otomatis mengurangi uang saku dan tidak lagi memikirkan jajan di sekolah,” ujar Yuli dengan ramah saat ditemui di sekolahnya.
Yulianita, S.Pd., Kepala Sekolah SMA IX Lurah Kota Jambi
Menurut Yuli, MBG telah mengubah pola pikir dan kebiasaan siswa dalam hal makan siang. Sebelumnya, banyak siswa yang hanya mengandalkan uang saku terbatas untuk membeli makanan ringan di kantin, yang seringkali kurang bergizi. Kini, dengan MBG, siswa bisa fokus belajar tanpa khawatir lapar, sekaligus mendapat asupan gizi seimbang yang mendukung prestasi akademik mereka.
Yuli juga menilai menu MBG sudah mendapat respons positif dari siswa. “Untuk menu, hampir semua siswa menyukainya,” katanya. Namun, ia menyampaikan saran konstruktif terkait logistik. “Cuma saya sarankan agar pengantaran paket MBG lebih tepat waktu lagi,” tambah Yuli dengan nada penuh harap. Pengamatan ini penting karena keterlambatan pengantaran sering kali mengganggu jadwal istirahat dan jam belajar, terutama di hari Jumat ketika waktu sekolah lebih singkat.
Dari perspektif orang tua, Marlan, S.Pd., orang tua murid penerima manfaat MBG di Kota Jambi, menyampaikan apresiasi serupa sekaligus saran strategis. “Saya ucapkan terima kasih atas hadirnya program Makan Bergizi Gratis di sekolah anak saya,” tutur Marlan penuh harap. Ia mengakui bahwa MBG sangat membantu meringankan beban finansial keluarga di tengah biaya hidup ya
Marlan, S.Pd., orang tua murid penerima manfaat MBG di Kota Jambi
Namun, Marlan mengusulkan diferensiasi menu berdasarkan jenjang sekolah. “Saya selaku orang tua memberi saran agar menunya dibedakan antara anak SD, SMP, dan SMA. Kebetulan anak saya masih SD, supaya anak yang masih duduk di sekolah dasar betul-betul berselera menyantap MBG sehingga pemenuhan gizinya terpenuhi,” jelasnya. Menurutnya, selera makan dan kebutuhan gizi anak SD berbeda dengan remaja SMA, sehingga menu yang disesuaikan akan lebih efektif mendorong konsumsi penuh dan memaksimalkan manfaat program.
Pengamatan dari SMA IX Lurah menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai katalisator peningkatan kualitas pendidikan. Guru-guru melaporkan bahwa siswa lebih konsentrasi dan jarang mengeluh lapar selama jam pelajaran, sementara orang tua bisa mengalokasikan dana terbatas untuk kebutuhan lain seperti transportasi sekolah atau alat tulis. Di Kota Jambi, program ini telah menjangkau ribuan siswa dari berbagai jenjang, dengan menu harian yang dirancang oleh tim ahli gizi untuk memenuhi standar Empat Sehat Lima Sempurna.
Secara tegas, pemerintah pusat dan daerah wajib memastikan pengantaran MBG tepat waktu serta menyesuaikan menu berdasarkan usia anak SD, SMP, dan SMA agar program ini benar-benar optimal dalam memerangi stunting dan meningkatkan prestasi belajar. MBG bukan sekadar makanan gratis, melainkan investasi krusial bagi generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan. (Ag)















