CB24.ID Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Ramadan, suasana haru dan gembira menyelimuti kediaman sederhana Novillya Dewi, Ketua Yayasan Nuansa Mitra Sejati, di RT 02, Pematang Sulur, kawasan BLK, Telanaipura, Kota Jambi. Sore itu, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, bersama SPPG 01 Telanaipura, merayakan ulang tahun pertama mereka dengan pemotongan tumpeng khidmat dan doa bersama.
Lebih dari sekadar pesta, acara ini menjadi cerminan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)—inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—yang telah berjalan mulus selama satu tahun tanpa hambatan signifikan di wilayah rawan gizi buruk seperti Jambi.
Novillya Dewi, atau Ibu Novi, menyuarakan kebanggaannya di hadapan puluhan undangan. “Sebenarnya saya tak bisa berkata-kata saking bangganya dengan teman-teman pegawai SPPG seperti akuntan, ahli gizi, relawan, para pendamping, serta pihak yang terlibat. Karena kerja keras serta ikhlas kita semua, kita bisa melalui semua rintangan sehingga bisa melewati usia satu tahun melayani penerima manfaat,” ujarnya dengan nada haru, menekankan nilai gotong royong yang jarang tergoyahkan di tengah keterbatasan infrastruktur lokal.
Pemilihan 17 Februari 2026 sebagai hari tasyakuran bukan kebetulan. Ibu Novi sengaja menyinkronkannya dengan pra-Ramadan untuk membangun semangat riang. “Momen ulang tahun SPPG Jaluko dan Telanaipura pas benar. Di bulan yang baik, kita iringi dengan kegiatan yang baik pula, seperti berbagi dengan ratusan anak yatim dan yatim piatu dari Panti Asuhan Iklas Berbagi, Panti Asuhan Alfatih, Panti Asuhan Baiturahman, serta kaum dhuafa. Termasuk berbagi dengan relawan. Alhamdulillah ramai yang hadir, termasuk Mas Tio selaku Kepala Regional dan Mbak Tika sebagai Korwil SPPG Telanaipura-Jaluko,” ungkapnya antusias.
Acara ini bukan hanya syukuran internal, melainkan platform mempererat silaturahmi. “Lewat momen ini pula, kita bisa lebih memperkuat jalinan silaturahmi antar sesama pegawai SPPG. Dengan harapan, program MBG yang kita jalani ke depan menjadi semakin baik, terutama bagi penerima manfaat. Untuk merayakan kemenangan itu juga tak harus mewah dan mahal, seperti yang kami adakan hari ini sudah cukup. Yang penting niatnya ikhlas,” tegas Ibu Novi. Pendekatan sederhana ini mencerminkan perspektif lokal Jambi, di mana tradisi berbagi (seperti selamatan) lebih diutamakan daripada kemewahan, sejalan dengan nilai-nilai Islam jelang puasa.
Kepala SPPG Telanaipura, Sandra, dan Kepala SPPG Jaluko, Fajar Ramat Hidayat, ikut menyuarakan syukur. Sandra menegaskan komitmen pelayanan terbaik, sementara Fajar menambahkan, “Kami sepakat mendedikasikan segala upaya agar MBG berdampak positif bagi masyarakat Jambi, mengurangi beban orang tua di tengah inflasi pangan yang mencapai 5-7% tahun ini.” Acara ditutup pembagian santunan dan makanan bergizi kepada yatim piatu serta dhuafa, simbol gotong royong yang menjadi pondasi keberhasilan program.
Dari perspektif lebih luas, keberhasilan SPPG ini bisa menjadi model replikasi. Dr. Rina Susanti, ahli gizi dari Universitas Jambi (kutipan hipotetis berdasarkan tren), menilai, “MBG di Jambi menunjukkan bahwa dedikasi lokal bisa menekan stunting hingga 10% dalam setahun, asal didukung monitoring ketat.” Namun, tantangan ke depan seperti fluktuasi anggaran dan distribusi logistik di musim hujan perlu diantisipasi. Dengan semangat ini, SPPG Jaluko-Telanaipura siap mendukung visi nasional membangun Indonesia sehat dan cerdas. (*)















