CB24.ID- Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jambi terus mengintensifkan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat. Program pemusatan latihan daerah (Pelatda) kini dipusatkan di Danau Sipin, Telanaipura, Kota Jambi.
Pantauan di sekretariat latihan PODSI Jambi, atlet pelajar dan senior tampak berbaur dalam sesi persiapan. Mereka menggunakan perahu naga berwarna hijau, ciri khas kontingen Jambi, sebelum turun mengasah kekompakan dan teknik mendayung di perairan Danau Sipin.
Suasana latihan terlihat cair dengan canda tawa para atlet. Namun, keseriusan tetap tampak ketika mereka menurunkan perahu, menyiapkan dayung, dan menjalani arahan latihan. Pelatda tersebut menjadi bagian dari upaya PODSI Jambi membangun kesiapan fisik, teknik, serta mental tanding jelang kompetisi nasional.
Ketua Umum PODSI Jambi, Raden Wawan Setiawan, sebelumnya menegaskan konsolidasi organisasi yang digelar di Rumah Dinas Sekda Provinsi Jambi diarahkan pada satu target utama, yakni prestasi pada Kejurnas sekaligus Babak Kualifikasi (BK) PON.
Kejurnas Dayung di Situ Cipule dipandang sebagai arena penting karena mempertemukan kekuatan terbaik dari berbagai provinsi. Jambi memiliki rekam jejak kompetitif di venue tersebut; pada Kejurnas 2022, kontingen Jambi finis di posisi ketiga dengan raihan enam emas, dua perak, dan delapan perunggu.
Optimisme Jambi semakin menguat setelah atletnya, Ali Mardiansyah, bersama Rafiq Wijdan Yasir mempersembahkan medali perak untuk Indonesia pada nomor lightweight men’s double sculls Asian Games 2026. Duet tersebut menempuh nomor 2.000 meter dengan waktu 6 menit 23,41 detik.
PODSI Jambi kini membidik dua sasaran: mempertahankan tradisi medali di Kejurnas Karawang dan meloloskan sebanyak mungkin atlet menuju BK PON 2027. Dukungan pembinaan yang konsisten diharapkan mampu membawa dayung Jambi kembali bersaing di papan atas nasional. (*)












