CB24.ID- Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui entitas PTPN IV PalmCo mengambil langkah nyata dalam menekan angka pengangguran dengan menggelar pelatihan kompetensi barista bagi 50 pemuda asal Sumatera.
Bekerja sama dengan Pekanbaru Hospitality Institute, program ini dirancang untuk mencetak wirausahawan baru di tengah pesatnya industri kopi dan gaya hidup saat ini.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan upaya menciptakan efek domino bagi ekonomi daerah. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki para pemuda ini akan menjadi modal kuat untuk membangun ekosistem usaha mandiri.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan skill satu orang saja. Ketika para pemuda ini nantinya mampu mandiri dan membuka usaha kedai kopi sendiri, di situlah multiplier effect terjadi, mulai dari penyerapan tenaga kerja baru di lingkungan sekitar hingga pemberdayaan rantai pasok lokal,” ujar Jatmiko kepada media pada Jumat (24/4).
Senada dengan hal tersebut, Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menambahkan bahwa pemilihan bidang barista sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa kini.
Industri hospitality yang terus tumbuh dinilai mampu menjadi wadah kreatif bagi generasi muda untuk berkarir profesional maupun berwirausaha secara mandiri.
Dukungan juga datang dari Disnakertrans Riau yang menilai sinergi korporasi ini sangat membantu agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pekanbaru Hospitality Institute, Imelda Samsi, memastikan para peserta digembleng dengan standar industri menyeluruh, mulai dari teknik meracik kopi, etika kerja, hingga standar pelayanan prima.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi kami. Saya ingin belajar serius agar nanti bisa bekerja sebagai barista atau membuka usaha kopi sendiri di kampung,” ungkap Yuni, salah satu peserta asal Indragiri Hulu dengan penuh antusias.
Selain barista, perusahaan pelat merah ini sebelumnya telah sukses membina kelompok pandai besi di Kampar menjadi pemasok alat perkebunan, hingga memberdayakan kelompok perempuan dalam pengolahan produk turunan sawit serta sektor peternakan dan perikanan. (*)















