CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan wajah baru di SMA IX Lurah, Kota Jambi. Di tengah isu-isu kekhawatiran nasional soal kualitas dan kebosanan menu MBg di berbagai daerah.
Kepala Sekolah SMA IX Lurah, Yulianita, S.Pd., tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat berbagi pengalaman langsung di kantin sekolah, Jumat (8/5/2026). Dengan senyum simpul yang hangat, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran program ini.
Yulianita, S.Pd, Kepala Sekolah SMA IX Lurah
“Alhamdulillah, anak-anak di sini yang berjumlah sekitar tiga puluh empat aman-aman saja menyantap MBG. Variasi menunya sudah ada perbaikan, hal ini penting supaya anak-anak tidak bosan menyantapnya. Mungkin yang perlu adanya susu supaya pemenuhan gizinya terpenuhi,” tutur Yulianita sambil tersenyum simpul.
Perbaikan menu yang disebut Yulianita bukan sekadar janji, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh siswa. Doni Egi S., siswa kelas XI yang ditemui wartawan di sela jam istirahat, tak henti-hentinya memuji hidangan hari itu. Dengan nada antusias, ia menggambarkan sensasi lauk-pauk yang kini jauh lebih menggoda. “Iya, hari ini lauknya ayam goreng, ada kentangnya juga. Hal ini penting untuk menghilangkan rasa bosan terhadap menu MBg. Sambalnya juga ada, pokoknya sekarang bertambah semangatlah pak menyantap MBg,” ujar Doni singkat padat, sambil melahap piringnya dengan lahap.

Doni Eg, siswa
Kisah sukses SMA IX Lurah ini datang di saat yang tepat, mengingat program MBG yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada awal 2026 masih menuai pro-kontra di Jambi dan sekitarnya. Beberapa sekolah di provinsi ini melaporkan keluhan soal rasa monoton, seperti nasi putih dengan tempe goreng atau ikan asin yang berulang-ulang, yang membuat siswa kehilangan selera. Namun, di SMA IX Lurah, tim katering lokal telah berinovasi dengan menambahkan elemen variatif seperti ayam goreng crispy, kentang tumis, dan sambal pedas segar – semuanya tetap memenuhi standar gizi harian sesuai pedoman Badan Gizi Nasional.
Yulianita menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi dan penyedia MBG setempat. “Kami rutin memberikan masukan ke tim katering. Variasi tidak hanya soal rasa, tapi juga nutrisi. Anak-anak usia remaja butuh protein hewani, karbohidrat kompleks, dan sayur untuk mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar,” tambahnya. Ia juga menyoroti usulan penambahan susu, yang diharapkan bisa segera terealisasi untuk melengkapi asupan kalsium dan vitamin D bagi siswa. (Ag)















