CB24.ID- Di kawasan Seberang Kota Jambi (Sekoja), bangunan megah SMP Negeri 3 dan 13 yang menelan biaya Rp15 miliar kini jadi sorotan. Sabtu (7/3/2026), Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly beserta Ketua Komisi III Umar Faruk turun langsung meninjau lokasi yang mangkrak akibat pencurian berulang.
Ditemani Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi Husaini, Camat Danau Teluk, dan lurah setempat, rombongan menemukan jejak perusakan meski sebagian fasilitas sudah diganti. “Ganti barang curian bukan jalan keluar. Sistem pengamanan harus diperbaiki segera,” tegas Kemas Faried.
Ia meminta Pemkot Jambi tempatkan penjaga dari kelurahan, kecamatan, atau Satpol PP untuk lindungi aset yang belum diserahterimakan penuh. Tak hanya itu, DPRD desak tim teknis terpadu agar sekolah cepat beroperasi. “Siswa mengidamkan fasilitas layak, jangan ulangi kelalaian seperti aset Bank 9 Jambi,” tambahnya.
Umar Faruk ungkap serah terima dari pihak ketiga sudah selesai beberapa bulan lalu, tapi pencurian bikin proses merger tertunda. “Dana APBD 2024 Rp13 miliar plus Rp2 miliar 2025 harus dijaga serius,” pintanya.
Dengan investasi besar ini, harapan DPRD: sekolah segera genjot pendidikan tanpa ancaman pencurian lagi. (*)















