CB24.ID- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menghadiri Puncak Peringatan Hari Adat Melayu Jambi 2026 di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026). Acara yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H itu menjadi puncak rangkaian Pekan Adat Melayu Jambi yang digelar mulai 9 Juni.
Hadir dalam kegiatan Ketua Umum LAM Provinsi Jambi H. Hasan Basri Agus, unsur Forkopimda, pengurus LAM provinsi dan kabupaten/kota, para bupati/wali kota atau wakil, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya Hari Adat Melayu sebagai momentum memperkuat identitas, jati diri, dan nilai budaya masyarakat Jambi. Ia mengatakan adat berperan strategis menjaga harmoni sosial dan menjadi pedoman menghadapi perkembangan zaman, sehingga lembaga adat perlu diperkuat serta didukung agar selaras dengan pemerintah dan ulama dalam pembangunan daerah. “Kalau pemerintah, lembaga adat, dan ulama berjalan bersama, maka kuatlah kita membangun negeri ini,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan agar kemajuan pembangunan tetap berpijak pada kearifan lokal; modernisasi dan teknologi tidak boleh memutus akar budaya Melayu. Ia mengajak pemangku adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat Melayu Jambi. Selain itu, Al Haris mendorong penyusunan Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi untuk melestarikan bahasa daerah dan mengusulkan penandaan situs sejarah seperti Bukit Siguntang dengan tugu atau prasasti guna memperkuat jejak sejarah adat Melayu Jambi. Ia juga mengimbau agar bahasa dalam prosesi adat, termasuk pernikahan, semakin diperhalus dan disampaikan dengan santun.
Ketua Umum LAM Provinsi Jambi H. Hasan Basri Agus mengatakan Hari Adat Melayu bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen pelestarian adat. Menurutnya, adat mencakup sistem nilai yang mengajarkan sopan santun, kejujuran, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, dan ketaatan beragama. Tema tahun ini, “Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri dan Teguh Menjaga Marwah”, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat memperkuat identitas budaya dan menjaga marwah daerah. Pelaksanaan tahun ini diselenggarakan sederhana namun sarat makna, kata Hasan Basri.
Panitia pelaksana Drs. Idham Kholik menyampaikan peringatan ini merupakan implementasi Keputusan Gubernur Jambi Nomor 538/KEP/GUB/DISBUDPAR-2.3/2023 yang menetapkan 1 Muharram sebagai Hari Adat Melayu Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan Pekan Adat Melayu 2026 meliputi ziarah ke makam tokoh (Datuk Raden Mattaher dan Sultan Thaha Syaifuddin), lomba-lomba sejak pertengahan Mei hingga 15 Juni (penilaian kinerja LAM kabupaten/kota, kelompok belajar adat, lomba lagu Melayu antar SLTA secara daring dan final luring), serta kegiatan sosial seperti pembagian 1.000 paket sembako, donor darah, pelayanan pengobatan gratis, dan kegiatan keagamaan.
Peringatan ini diharapkan memperkokoh nilai adat Melayu Jambi sebagai perekat persatuan, memperkuat moral generasi muda, dan mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan budaya dan kearifan lokal. Pemerintah Provinsi Jambi bersama LAM menyatakan komitmen meneruskan sinergi untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat Melayu Jambi di tengah arus globalisasi. (*)















