CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pematang Sulur, Kecamatan Telanipura, Kota Jambi, terus berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan penerima manfaat. Inisiatif pemerintah pusat ini, yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi generasi muda Indonesia, kini menjadi sorotan positif di tingkat lokal, dengan pelaksanaan yang aman dan terkendali di lapangan.
Sertu Dwi Cahyo, Babinsa Koramil 09/Telanipura, menegaskan komitmennya dalam mendampingi program tersebut. “Untuk saat ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Pematang Sulur, Kecamatan Telanipura, situasi di lapangan berjalan aman dan terkendali. Semua penerima manfaat menyambut dengan penuh suka cita, baik itu ibu hamil, menyusui, balita non PAUD, murid-murid TK dan PAUD, SD, SMP, maupun SMA,” ujar Cahyo dengan tegas dan berwibawa saat ditemui wartawan di lokasi. Ia menambahkan bahwa dirinya siap melaksanakan pendampingan pengamanan secara penuh. “Karena Program Makan Bergizi Gratis ini manfaatnya sangat besar, yaitu untuk pemenuhan gizi generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Kepala SDN 198/IV Kota Jambi, Hj. Rahmi, S.Pd., yang mengelola pelaksanaan MBG di sekolah dasarnya. “Alhamdulillah, di sekolah ini pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan aman-aman saja. Walau terkadang ada satu dua siswa yang kurang suka lauk misalnya telur—eh, wajar namanya juga anak-anak—tetapi secara garis besar mereka sangat menyambut MBG ini dengan gembira dan untuk pemenuhan gizi mereka,” ungkap Hj. Rahmi dengan senyum ramah. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan asupan nutrisi siswa, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak dini di kalangan anak-anak.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di wilayah Pematang Sulur, program ini menjangkau beragam kelompok rentan, mulai dari ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan tambahan kalori untuk mendukung kesehatan janin dan bayi, hingga balita non PAUD yang sedang dalam masa pertumbuhan kritis. Siswa TK, PAUD, SD, SMP, dan SMA juga menjadi prioritas, dengan menu harian yang dirancang kaya protein, vitamin, dan mineral—seperti telur, sayur, buah, dan karbohidrat seimbang—untuk mendukung konsentrasi belajar dan perkembangan fisik.
Keberhasilan pelaksanaan di lapangan tak lepas dari koordinasi lintas sektor. Babinsa seperti Sertu Dwi Cahyo memainkan peran krusial dalam pengamanan, memastikan distribusi makanan berjalan tanpa gangguan keamanan atau kerumunan yang tidak terkendali. Sementara itu, pihak sekolah seperti SDN 198/IV menangani aspek operasional harian, termasuk penyesuaian menu agar sesuai selera anak-anak tanpa mengorbankan nilai gizi. Meski ada keluhan kecil seperti ketidaksukaan terhadap telur, hal ini diatasi dengan variasi lauk yang lebih menarik, sehingga partisipasi tetap tinggi.
Dampak MBG sudah terasa di masyarakat setempat. Orang tua siswa melaporkan peningkatan nafsu makan anak-anak mereka, sementara guru mencatat perbaikan konsentrasi di kelas. Di tingkat kecamatan, program ini juga mendukung target penurunan angka stunting Jambi yang masih di atas rata-rata nasional. Dengan anggaran yang dialokasikan secara ketat, MBG tidak hanya menyediakan makanan gratis, tapi juga edukasi gizi melalui penyuluhan rutin. (Ag)















