CB24.ID- Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga di Jambi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat menjadi angin segar bagi lembaga pendidikan swasta seperti SMP Al-Fatih. Sekolah berbasis pesantren ini, yang terletak di kawasan pinggiran Jambi City, kini menyaksikan langsung manfaat nyata program tersebut bagi siswa-siswanya. Guru-guru di sana tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi, karena MBG tak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak didik, tapi juga meringankan beban operasional sekolah.
Turisno S.Pd, Guru Matematika SMP Al-Fatih, menjadi salah satu saksi hidup atas transformasi ini. Dengan senyum ramah yang khas, pria berpengalaman ini berbagi pengalamannya saat ditemui tim redaksi.

Turisno S.Pd
“Saya selaku guru di sini, dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, anak didik saya sangat terbantu,” ujar Turisno. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya memiliki sekitar 15 siswa aktif, yang tersebar di kelas VII, VIII, dan IX. Di antara mereka, ada dua siswa yang tinggal nginap di asrama pesantren. “Umumnya orang tua mereka boleh dikatakan hidup sederhana dan pas-pasan. Kehadiran MBG memang ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi di sini,” tambahnya. Bagi Turisno, program ini seperti jawaban atas doa para orang tua yang kesulitan menyediakan makanan bergizi di tengah biaya hidup yang terus naik.
Tak kalah antusias, Erni, Guru Bahasa Arab di SMP Al-Fatih, ikut menyuarakan rasa syukurnya. Dengan nada bersemangat, ia menggambarkan bagaimana MBG mengubah rutinitas harian sekolah.

Erni, Guru Bahasa Arab
“Kami bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini. Pihak sekolah tidak sibuk lagi menyiapkan makan untuk siswa-siswi di sini. Apapun menu MBG, semuanya dilahapnya,” cerita Erni. Menurutnya, sebelum MBG hadir, tim guru dan staf seringkali kewalahan mengatur katering sederhana, yang kadang tak seimbang secara gizi. Kini, siswa bisa fokus belajar tanpa khawatir lapar, sementara sekolah hemat waktu dan biaya.
Latar belakang SMP Al-Fatih sendiri menambah nilai istimewa dari kesaksian ini. Sebagai sekolah swasta berbasis pesantren, institusi ini melayani siswa dari keluarga menengah ke bawah di Jambi dan sekitarnya.
Manfaat MBG tak berhenti di perut siswa saja. Turisno menyebut, sejak program ini berjalan, konsentrasi belajar anak-anak meningkat pesat. “Dulu, ada siswa yang sering mengantuk karena sarapan tak memadai. Sekarang, mereka lebih aktif di kelas Matematika, bahkan yang nginap pun tak lagi rewel soal makan malam,” katanya. Erni menambahkan, dari sisi pengajaran Bahasa Arab, siswa kini lebih bersemangat mengikuti hafalan Al-Quran setelah makan siang MBG. “Menu apa pun, dari nasi goreng hingga sayur bayam dengan tempe, mereka habiskan bersih. Ini bukti gizi yang tepat sasaran,” ujarnya. (Ag)















