CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya revolusi gizi nasional terus menuai apresiasi di tingkat daerah, khususnya di Kota Jambi. Program ini, yang menargetkan jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia dengan penyediaan makanan bergizi gratis setiap hari sekolah, telah menjadi sorotan utama dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda. Di Jambi, dukungan datang dari pelaku pendidikan lokal yang menekankan pentingnya variasi menu untuk menjaga selera makan siswa.
Dedi Mansyah, S.Pd., pejabat dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, menyatakan dukungannya yang tegas terhadap inisiatif ini. “Dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, saya mendukung sepenuhnya. Kebetulan, saya boleh dikatakan menerima masukan dari beberapa sekolah. Ya, contohnya mengenai menu, ada guru yang katanya perlu diperhatikan masalah variasi menu. Hal ini penting supaya anak didik kita tetap ada selera menyantap MBG, dan saran ini demi kebaikan kita bersama,” ujar Dedi Mansyah.

Dedi Mansyah, S.Pd
Menurut Dedi, masukan dari guru-guru di lapangan ini bukan sekadar keluhan, melainkan kontribusi nyata untuk menyempurnakan program.
Namun, tantangan di lapangan tetap ada. Dedi menambahkan bahwa variasi menu menjadi isu krusial karena anak-anak cenderung mudah bosan jika penyajian makanan monoton. “Beberapa sekolah melaporkan bahwa meski nutrisi terpenuhi, selera makan siswa menurun jika menu berulang-ulang, seperti nasi dengan lauk sederhana setiap hari. Ini bisa berdampak pada efektivitas program,” tambahnya.
Sambungan komentar dari Dedi juga disambut oleh Hj. Rahmi, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 198 Kota Jambi, yang turut menyuarakan hal serupa. “Iya Pak, saya menyambung komentar dari Dedi. Pemberian MBG-nya lama tidak dikasih susu,” tutur Hj. Rahmi dengan senyum ramah, menyoroti kekurangan elemen pendukung seperti susu yang seharusnya melengkapi asupan kalsium dan protein siswa.
Hj. Rahmi menegaskan kembali urgensi variasi menu. “Penting memperhatikan menu yang variasi agar siswa tidak merasa bosan dengan MBG itu,” tegasnya. Sebagai kepala sekolah yang langsung mengawasi pelaksanaan MBG di SDN 198, ia melihat langsung bagaimana program ini meningkatkan kehadiran siswa dan konsentrasi belajar. “Di sekolah kami, siswa yang sebelumnya sering lapar kini lebih semangat. Tapi, jika menu tak bervariasi, mereka bisa ogah-ogahan makan. Kami sarankan agar ada rotasi menu mingguan, seperti tambahan sayur lokal Jambi, ikan sungai, atau buah tropis,” jelasnya. (Ag)















