CB24.ID- PTPN IV PalmCo sukses menjalankan pola kemitraan strategis bersama para petani kelapa sawit yang kini dinilai layak menjadi proyek percontohan nasional dalam memajukan industri perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.
Melalui hubungan kerja sama yang inklusif, perusahaan negara ini dinilai berhasil memperkuat tata kelola sektor agraria rakyat, memicu lonjakan hasil panen, serta menjamin peningkatan taraf hidup para pekebun swadaya di berbagai penjuru tanah air secara jangka panjang.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) menilai masa depan sektor komoditas strategis ini sangat bertumpu pada penguatan jalinan sinergi yang sehat antara pelaku usaha, masyarakat, serta otoritas pemerintahan.
PTPN IV PalmCo dipandang mampu merealisasikan model hubungan bisnis yang setara sehingga petani memiliki kemampuan untuk menerapkan standardisasi operasional baku, mulai dari penggunaan benih unggul hingga tata cara pemanenan yang efisien.
“Produksi sawit petani meningkat karena kemitraan. Masa depan sawit rakyat Indonesia adalah kemitraan, dan bermitra dengan PTPN IV merupakan pilihan yang tepat,” kata Ketua DPP Aspekpir Indonesia Setiyono saat diskusi panel dalam rangkaian peluncuran buku di Pekanbaru.
Salah satu inovasi andalan dalam pola kerja sama ini adalah implementasi sistem manajemen tunggal (single management). Kebijakan tersebut mengintegrasikan seluruh proses perawatan dari awal masa peremajaan hingga pemotongan tandan buah segar di bawah pengawasan langsung tim ahli perusahaan.
Pendekatan ini mampu memangkas ketimpangan kapasitas produksi antara lahan inti milik korporasi dengan lahan plasma milik masyarakat sekitarnya, serta memberikan kepastian transparansi finansial bagi kelompok tani.
Langkah modernisasi yang digulirkan manajemen PTPN IV PalmCo belakangan ini juga diyakini memperlancar pasokan bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dalam negeri. Peningkatan hasil panen dari perkebunan rakyat menjadi instrumen krusial guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menyokong realisasi program energi terbarukan mandatori biodiesel yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
“Kebijakan B50, yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 50 persen, diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan CPO domestik secara signifikan. Karena itu, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi perkebunan perusahaan, tetapi juga pada kemampuan jutaan petani sawit rakyat dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat peremajaan kebun secara berkelanjutan,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyuda. (*)















