CB24.ID- PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Regional III di Provinsi Riau menargetkan program peremajaan sawit rakyat tahun 2026 dengan luas mencapai 4.500 hektare dan telah dilaksanakan sejak tahun 2019.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan hingga 2025 tercatat peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 hektare. Menurutnya program ini sejatinya diawali dari program revitalisasi perkebunan pada 2012 dan dilanjutkan PSR pada 2019 hingga saat ini.
Dia mengatakan guna mewujudkan target tersebut, lanjut Bambang, PTPN IV Regional III melalui Distrik Petani Mitra terus menggesa setiap tahapan, mulai dari pendataan luasan, verifikasi, hingga penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek).
Program PSR yang dilangsungkan PTPN IV sendiri merupakan salah satu inisiatif perusahaan perkebunan milik negara tersebut untuk memangkas ketimpangan produktivitas sawit petani dan sawit perusahaan yang cukup dalam.
Sebagai perbandingan, berdasarkan data rata-rata produktivitas sawit petani Indonesia saat ini berkisar 7-12 ton per hektare per tahun. Sementara, produktivitas sawit korporasi mampu menyentuh angka lebih dari 20 ton per hektare per tahun.
“Untuk itu, peremajaan sawit menjadi inisiatif penting guna memangkas ketimpangan dan mendongkrak sawit petani sehingga produktivitas yang dihasilkan kian optimal,” ungkapnya.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau itu menjelaskan, saat ini produktivitas sawit petani mitra PTPN IV Regional III yang telah melangsungkan peremajaan berhasil meningkat signifikan.
Ia mencontohkan, petani mitra yang tergabung dalam koperasi dan melangsungkan peremajaan melalui program revitalisasi mampu menghasilkan produktivitas mencapai 29,10 ton per hektare per tahun.(*)















