CB24.ID- Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M., menilai Bank Jambi berada pada posisi strategis untuk meningkatkan pembiayaan sektor-sektor produktif seiring pemulihan ekonomi daerah dan meningkatnya kebutuhan modal masyarakat. Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Laila mengatakan peran utama Bank Jambi adalah mengoptimalkan fungsi intermediasi: menghimpun simpanan warga lalu menyalurkannya sebagai kredit produktif.
“Struktur ekonomi Provinsi Jambi yang kuat pada sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa, dan UMKM menghadirkan pasar luas bagi pembiayaan produktif. Bank harus memanfaatkan peluang ini dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” ujar Laila, 1 Juni 2026.
Menurutnya, pembiayaan produktif memberi efek berganda: mendorong pertumbuhan usaha, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memperkokoh basis ekonomi daerah. Namun Laila mengingatkan ekspansi kredit harus berorientasi pada kualitas agar pertumbuhan tidak mengorbankan kesehatan aset bank.
“Pertumbuhan pembiayaan yang sehat bukan sekadar kenaikan volume, tetapi kemampuan menjaga kualitas portofolio, menekan rasio kredit bermasalah (NPL), dan mempertahankan profitabilitas berkelanjutan,” katanya.
Laila juga menyanjung langkah transformasi digital Bank Jambi. Menurutnya, digitalisasi bisa menjadi alat penting untuk memperluas akses pembiayaan—terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Selain itu, dukungan pemegang saham daerah menjadi modal penting bagi penguatan modal dan perluasan basis nasabah.
“Dengan tata kelola yang baik, permodalan kuat, dan strategi bisnis yang adaptif, Bank Jambi berpotensi menjadi penggerak utama pembiayaan sektor produktif di Provinsi Jambi,” tutup Laila. (*)















