CB24.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terus menuai apresiasi dari pelajar di Kota Jambi. Hari ini, dua siswa dari sekolah berbeda menyuarakan kepuasan mereka atas menu lauk pauk yang lebih bervariasi, meski masih ada catatan perbaikan untuk menghindari kejenuhan. Komentar mereka mencerminkan antusiasme siswa terhadap program ini yang dirancang untuk mendukung gizi dan konsentrasi belajar di tengah tantangan ekonomi keluarga.
M. Raihan, siswa kelas 11 SMAN 6 Kota Jambi, tak bisa menyembunyikan semangatnya saat menikmati makan siang MBG di kantin sekolah.
M. Raihan, siswa kelas 11 SMAN 6 Kota Jambi
“Hari ini lauk MBG-nya mantap pak, ayam sambal! Menu model gini yang tidak membuat bosan menyantapnya. Masalahnya minggu kemarin hampir empat kali lauknya telur. Saya berharap agar variasi menunya lebih diperhatikan, terutama lauknya ya… supaya kami tetap semangat menyantap MBG,” tutur Raihan penuh semangat sambil menyendok nasi dengan lahap.
Komentar Raihan sejalan dengan pengamatan banyak siswa di SMAN 6, di mana program MBG telah berjalan sejak awal tahun ajaran 2026. Sekolah ini melayani sekitar 1.200 siswa, dan MBG menjadi penopang utama bagi 70% di antaranya yang berasal dari keluarga kurang mampu. Variasi menu seperti ayam sambal matah, ikan goreng, atau tempe orek kini menjadi favorit, menggantikan dominasi telur rebus atau balado yang sempat membuat siswa kehilangan selera.
Tak jauh berbeda, Kheinaya, siswa kelas XI SMA IX Lurah Kota Jambi, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran MBG.
Kheinaya, siswa kelas XI SMA IX Lurah Kota Jambi
“Saya berterima kasih adanya MBG ini pak. Maklum, saya sekarang tinggal sama nenek sementara orangtua merantau ke Jakarta. Ke sekolah tidak repot lagi bawa bekal. Untuk menu aman-aman saja pak,” ujar Kheinaya dengan senyum lebar di kantin sekolahnya yang ramai.
SMA IX Lurah, yang terletak di kawasan pinggiran Kota Jambi, melayani siswa dari keluarga pekerja migran dan petani. Program MBG di sini tidak hanya menyediakan 800 porsi per hari, tapi juga menjadi solusi praktis bagi siswa seperti Kheinaya yang kesulitan menyiapkan bekal sendiri. “Menu hari ini nasi, sayur bayam, dan telur dadar. Lumayan bergizi dan cukup mengenyangkan,” tambahnya.
Kisah Raihan dan Kheinaya menjadi cerminan harapan ribuan siswa Jambi lainnya. Dengan variasi menu yang lebih baik, MBG diharapkan terus menjadi penyemangat belajar di tengah dinamika ekonomi keluarga. Pemerintah daerah berkomitmen memantau dan menyesuaikan agar program ini tak hanya bergizi, tapi juga enak dimakan setiap hari. (Ag)















